seragam putih-abu

Viral Seragam Putih-Abu Digunakan di Lokasi Hiburan Malam, Kadisdik Jabar: Jangan Kebablasan

BANDUNG INSPIRA – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandi menilai penggunaan seragam putih-abu non pelajar tidak menyalahi aturan. Hal itu berkaitan dengan viralnya di medsos para pemandu lagu menggunakan pakaian seragam SMA putih-abu di Tempat Hiburan Malam (THM) Infinity Jalan MH. Thamrin Lippo, Cikarang Selatan, belum lama ini.

Kendati begitu, ia berharap non pelajar yang menggunakan seragam putih abu-abu jangan kebablasan. “Misalnya seperti yang viral di media sosial itu, seragam putih abu digunakan di tempat hiburan malam. Kan ini mencoreng dunia pendidikan. Makanya saya setuju kalau ini ditindak lebih lanjut,” ungkap Dedi, Rabu (7/8/2022).

Disampaikannya, tidak hanya seragam putih-abu, begitu pula pada seragam SD dan SMP. “Semua ada maknanya kenapa SD putih dan merah, atau SMK putih dan biru,” tuturnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, ada makna yang besar di balik warna putih dan abu-abu pada seragam pelajar SMA. Di mana hal itu menggambarkan ketenangan dan kedewasaan yang sudah mulai dimiliki oleh anak pada jenjang tersebut.

Terlebih, sejarah seragam SMA putih abu-abu sendiri, menurut Dedi Supandi, berkaitan dengan Surat Keputusan 052/C/Kep/D.82 yang dikeluarkan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuannya guna menghilangkan sikap eksklusivitas agar kesenjangan yang terjadi antar peserta didik berkurang.

“Negara tidak asal-asalan tentunya. Penggunaan seragam bagi seluruh sekolah kan tujuannya itu untuk menumbuhkan rasa persamaan yang selaras dengan sila ketiga yakni persatuan Indonesia,” ujar Dedi.

Seperti kita tahu, penggunaan seragam putih-abu non pelajar, belakang ini memang sedang mencuat di media sosial.

Seperti yang terjadi pada perayaan hari ulang tahun artis Ussy Sulistiawaty ke-41 beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, mulai dari Yuni Shara, Reza Artamevia hingga Melly Goeslaw kompak menggunakan seragam SMA putih dan abu-abu. (TRIW)