Berita

Pertaruhan Fiersa Besari Menuju Puncak Kilimanjaro Bersama AREI

Oleh editor 20 Agustus 2026 3 menit baca

BANDUNG INSPIRA – Suasana hangat bersama puluhan Kawan Fiersa_sebutan untuk fans Fiersa Besari, begitu terasa pada saat nobar (nonton bareng) episode terakhir dokumenter ‘Pertaruhan Menuju Puncak Kilimanjaro’ Fiersa Besari bersama  Arei Outdoor Gear di Arei Store, Jalan Cihampelas, Rabu (19/8/2026) malam. 

Ekspeditur sekaligus musisi asal Bandung ini menempuh medan ekstrem dalam misi kolaborasi eksklusif bersama brand perlengkapan luar ruang lokal, Arei Outdoor Gear., Fiersa berbagi kisah perjalanan bagaimana dirinya siap menaklukkan Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Afrika, yang merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia (7 Summits). 

Gunung Kilimanjaro dikenal sebagai gunung tertinggi di benua Afrika dengan ketinggian mencapai 5.895 meter di atas permukaan laut. Perjalanan menuju puncaknya menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari jalur hutan, medan berbatu, suhu yang semakin rendah, hingga kondisi oksigen yang menipis seiring bertambahnya ketinggian.

Bukan tanpa alasan, Fiersa memutuskan untuk melakukan perjalanan pendakian yang bukan main-main. ‎“Rasanya sungguh mengharukan. Apalagi saat mengibarkan bendera Indonesia di atas puncak benua Afrika. Puncak Uhuru itu artinya kemerdekaan,” ujar Fiersa. 

‎Ia menuturkan, pendakian Kilimanjaro menjadi pengalaman yang penuh tantangan. Untuk pertama kalinya, Fiersa mendaki gunung dengan ketinggian hampir 6.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. 

“Saat mau mendaftarkan saya pun belum tahu akan seperti apa, terlebih dibutuhkan cost yang tidak sedikit sampai akhirnya Arei Outdoor Gear membersamai saya dalam perjalanan menuju puncak Kilimanjaro. Saya bersyukur,” paparnya. 

‎‎Fiersa menegaskan, pendakian tersebut dilakukan dengan persiapan matang. Ia mengingatkan pendaki agar tidak memaksakan diri ketika menghadapi kondisi ekstrem di ketinggian. Begitupun dengan perlengkapan yang digunakan, beruntung Arei mampu mewujudkan apa yang menjadi impiannya. 

“Satu bulan sebelum kami produksi perlengkapan yang sesuai dengan atmosfer disana, banyak tantangan yang kami pecahkan, sampai akhirnya saya start bersama Arei,” bebernya. 

‎“Apalagi, jangan sampai nekat. Pendakian dilakukan dengan persiapan medis, sudah minum obat penyesuaian ketinggian, dan didampingi dokter. Dengan segala persiapan itu barulah saya berani melanjutkan sampai ke puncak,” sambungnya. 

‎Fiersa menjelaskan, Gunung Kilimanjaro merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia yang relatif lebih mudah dijangkau. Meski demikian, pendakian tersebut tetap memiliki tantangan yang tidak bisa diremehkan.

‎Salah satunya adalah perjalanan panjang dengan jarak sekitar 73 kilometer. Kondisi tubuh yang belum terbiasa dengan ketinggian juga dapat memicu berbagai risiko, seperti sesak napas, kebingungan arah hingga hipotermia.

‎“Khusus untuk kita orang Indonesia, tantangannya lain lagi. Kita tidak punya pegunungan bersalju untuk berlatih di sini, peralatan penunjang juga terbatas dan mahal. Karena itu persiapan dan latihan matang sangat penting agar saat tiba di sana kita siap menghadapi segala risiko,” jelasnya.

Sementara itu, Commanditaire AREI, Bryant Peter Budijanto, mengatakan ekspedisi Kilimanjaro menjadi salah satu kesempatan untuk membuktikan kemampuan produk lokal Indonesia menghadapi tantangan di berbagai kondisi alam.

‎Menurutnya, sebagai produsen perlengkapan yang banyak digunakan di iklim tropis, AREI terus meningkatkan kapasitas agar mampu menghadirkan produk yang semakin berkualitas.

‎“Kami ingin membuktikan dan menghadirkan kualitas terbaik. Dengan begitu, kami ingin menunjukkan kepada para pengguna bahwa menggunakan produk AREI memberikan tiga hal, pertama kenyamanan, kedua gaya yang tetap keren, dan ketiga jaminan keamanan,” kata Bryant. (Tri Widiyantie/Berita Inspira)**

Bandara Husein Sastranegara Disiapkan Jadi “Etalase” UMKM dan Wajah Baru Ekonomi Kreatif Bandung

BANDUNG INSPIRA- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya menjadikan Bandara Internasional Husein Sastranegara sebagai etalase produk UMKM dan wajah…

editor 20 Agu 2026

Farhan: Penertiban PKL Bukan Matikan Usaha, Tapi Dorongan Agar Naik Kelas

BANDUNG INSPIRA – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kebijakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan…

editor 20 Agu 2026

Angkot Listrik MAB Klaim Mampu Tempuh Jarak 300 Km Dalam Sekali Cas

BANDUNG INSPIRA – Angkutan kota listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) diklaim mampu menempuh jarak hingga 300…

editor 19 Agu 2026