Bulog Bandung Siap Perkuat Pasokan, Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
BANDUNG INSPIRA – Perum Bulog kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga saat ini, stok beras nasional yang dikelola Bulog telah mencapai 5 juta ton, sebuah capaian monumental yang tidak hanya mencerminkan keberhasilan program swasembada pangan, tetapi juga memperkuat fondasi stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.
Capaian tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif dan sinergi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, serta seluruh jajaran Bulog di berbagai wilayah.
Optimalisasi penyerapan gabah dan beras dari petani dalam negeri menjadi kunci utama dalam memperkuat cadangan beras pemerintah, sekaligus memberikan kepastian pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Di sisi lain, pengelolaan stok yang terencana dan distribusi yang tepat sasaran turut memastikan bahwa ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah berbagai dinamika, baik faktor musiman maupun fluktuasi pasar.
Di tingkat regional, Perum Bulog Kantor Cabang Bandung terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Bandung dan sekitarnya. Hingga saat ini, stok
beras yang dikelola mencapai 26 ribu ton, yang tersebar di sejumlah gudang strategis dengan kondisi yang terjaga kualitasnya serta siap didistribusikan setiap saat.
Ketersediaan stok tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan rutin masyarakat, tetapi juga sebagai cadangan strategis dalam menghadapi potensi gejolak harga,
bencana alam, maupun peningkatan permintaan pada momen tertentu seperti hari besar keagamaan. Dengan manajemen stok yang baik, Bulog Bandung mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan stabilitas harga di pasar.
Pimpinan Cabang Bulog Bandung, Yanto Nurdiyanto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat langkah-langkah strategis guna memastikan pasokan tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.
“Capaian stok ini menunjukkan bahwa Bulog, khususnya di Bandung, dalam kondisi siap untuk menjaga stabilitas pangan. Saat ini kami memiliki stok sekitar 26 ribu ton, dan itu cukup untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kedepan, kami akan terus memperkuat pasokan melalui peningkatan penyerapan gabah dan beras dari petani, serta memastikan distribusi berjalan lancar agar harga tetap stabil dan terjangkau,” jelasnya
Lebih lanjut, Bulog Bandung juga terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta stakeholder terkait guna memastikan distribusi berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Berbagai program strategis seperti stabilisasi pasokan dan harga pangan, penyaluran beras ke pasar tradisional, hingga intervensi pasar akan terus dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Tidak hanya itu, Bulog juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam sistem distribusi dan pengelolaan logistik pangan, sehingga mampu merespons dengan cepat setiap dinamika yang terjadi di lapangan.
Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung visi besar Indonesia menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. Dengan dukungan stok nasional yang kuat serta penguatan peran di tingkat daerah, Bulog optimistis dapat terus menjaga stabilitas pangan, mengendalikan inflasi dari sektor pangan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. (Tim Berita Inspira)**
Foto: Istimewa


