Sukses Jadi Katalisator, Edelweiss Running Festival Angkat Cianjur sebagai Destinasi Sport Tourism
BANDUNG INSPIRA – Edelweiss Running Festival (ERF) 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Sepetember tahun lalu, menjadi perwujudan dari fenomena sport tourism. Melalui analisis dan pemodelan, Event ERF tersebut menjadi katalisator penciptaan nilai yang signifikan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri pariwisata di area regional.
Bahkan secara kumulatif, dari hasil riset yang dilakukan Integra Recearch Lab, ERF 2025 dinilai berhasil memberikan total dampak ekonomi sebesar Rp1,18 miliar terhadap perekonomian di Kabupaten Cianjur. Serapan dana paling masif terjadi pada sektor akomodasi dengan total pengeluaran mencapai Rp147 juta, dari riset yang dilakukan terhimpun pengeluaran ini sepenuhnya dikontribusikan oleh pelari non-lokal, yang berkorelasi langsung dengan lonjakan drastis pada tingkat okupansi perhotelan lokal.
Selain berdampak pada okupansi hotel, pengeluaran harian per individu terdistribusi pada sektor-sektor penyangga lainnya, dengan total pengeluaran transportasi pelari luar kota senilai Rp35 juta, setara tiga kali lipatnya pengeluaran pelari lokal senilai Rp13 juta, total pengeluaran untuk konsumsi senilai Rp29 juta untuk pelari luar kota dan Rp23 juta dari pelari lokal.
Selain itu total pengeluaran pelari luar kota untuk perbelanjaan buah tangan senilai Rp19 juta dan untuk wisata lainnya senilai Rp2,2 juta. Jika diagregatkan, total nilai ekonomi riil yang tercipta untuk Kabupaten Cianjur bertengger di angka Rp1.181.179.030. Fenomena ini tidak hanya menciptakan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan efek psikologis positif bagi para pengusaha lokal bahwa daerah mereka memiliki kapasitas pelayanan yang mumpuni.

Dampak Ekonomi dan Kunjungan Wisatawan Meningkat
Edelweiss Running Festival sendiri merupakan event lari tahunan yang diinisiasi dan didukung oleh RS Edelweiss dari Edelweiss Hospital Group. Dan fakta lainnya, ERF 2025 membawa lonjakan kunjungan wisatawan dari luar wilayah Kabupaten Cianjur untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan festival tersebut. Lebih dari sekadar peserta, event ini pun mengundang kerumunan panitia, penyemangat, dan penonton yang ikut meramaikan keberlangsungan acara.
Penyelenggaraan ERF 2025 merupakan momen bersejarah sebagai event lari profesional pertama di Kabupaten Cianjur yang sukses besar dalam meningkatkan citra kota sebagai destinasi sport tourism. Dalam lanskap digital, event ini mencatatkan pemberitaan dengan tingkat sentimen positif yang cukup tinggi, terlihat dari tingginya volume beberapa kata kunci seperti “Seru atau Pecah”, “Sport Tourism”, hingga “Pertama di Cianjur”.
Hal ini menunjukkan bahwa event yang terkelola dengan baik tidak hanya memberikan kontribusi arus kas masuk, tetapi juga sukses membangun brand equity Cianjur sebagai destinasi wisata yang menarik.
Hasil riset pun mencatat secara makro, Proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Cianjur pada 2025 berada pada angka Rp22 triliun. Jika angka tersebut dikonversi ke dalam skala harian, maka rata-rata output ekonomi Cianjur adalah sebesar Rp60,3 miliar per hari. Dalam konteks ini, agregat dampak ekonomi event ERF 2025 yang mencapai Rp2 miliar merepresentasikan 3,32% dari seluruh aktivitas ekonomi Kabupaten Cianjur pada hari tersebut. Angka ini menegaskan bahwa sebuah event tunggal mampu menggerakkan hampir lebih dari 3% ekonomi daerah dalam satu siklus 24 jam.

Peningkatan Pola Hidup Sehat Berdampak Signifikan
Edelweiss Running Festival (ERF) bakal kembali digelar tahun ini. Tak sekadar mempromosikan Cianjur, ajang lari tersebut juga mengajak warga untuk menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga. Direktur Rumah Sakit Edelweiss Cianjur, NR Ratih Rustiati, mengatakan bahwa ERF merupakan rangkaian peringatan hari jadi Edelweiss Hospital Cianjur.
“Event ini pertama kali digelar tahun lalu, tahun ini kami gelar lari untuk kedua kalinya. Rencana diselenggarakan pada 27 September 2026,” paparnya.
Untuk itu, ERF 2026 akan dibuka bagi peserta dari seluruh penjuru Indonesia dengan kuota mencapai ribuan pelari. Langkah ini diambil guna mempromosikan daerah yang karib disapa Kota Santri tersebut.
“Dengan cakupan peserta yang luas, tentu akan mempromosikan Cianjur dan meningkatkan kunjungan wisata untuk penguatan ekonomi lokal,” bebernya.
Dia menjelaskan, pada ajang sebelumnya di tahun 2025 lalu, total peserta mencapai 1.500 orang. Daya tarik festival ini terbukti dengan partisipasi 1.589 pelari aktif. Komposisi peserta terdiri dari pelari lokal sebanyak 1.096 pelari dan 493 pelari dari luar kota.
“Kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah tidak hanya membawa dampak ekonomi sesaat, tetapi juga membangun kebanggaan bagi warga setempat serta mendukung modernisasi yang memposisikan Cianjur sebagai kota modern yang mengikuti tren kemajuan,” tandasnya. (Tri/Berita Inspira)**
Foto: dok. ERF 2025


