BANDUNG INSPIRA – Fenomena Super El Nino diprediksi terjadi pada 2026 dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah. Sejumlah pakar menyebut intensitas El Nino tahun ini diperkirakan melampaui peristiwa 2023 sehingga berisiko memicu dampak yang lebih ekstrem.
Menurut World Resources Institute (WRI), Super El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat lebih dari 2 derajat Celsius di atas normal. Kondisi tersebut dapat mengubah pola cuaca global, memicu kekeringan, mengganggu sektor pertanian, mengurangi ketersediaan air, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta berdampak pada kesehatan masyarakat.
Profesor Riset BRIN Erma Yulihastin mengatakan intensitas El Nino 2026 yang terpantau satelit telah mencapai 1,74 derajat Celsius, lebih tinggi dibanding puncak El Nino 2023 yang berada di angka 1,6 derajat Celsius. Ia memperkirakan dampaknya akan lebih parah apabila fenomena terus menguat.
BMKG mengimbau pemerintah dan masyarakat melakukan langkah antisipasi sejak dini, seperti menyesuaikan pola tanam, meningkatkan efisiensi irigasi, serta memanfaatkan informasi iklim untuk mengurangi risiko terhadap sektor pangan dan pertanian.(Rakha/Berita Inspira)**
Ilusttrasi foto: Rakha/Berita Inspira
