
BANDUNG INSPIRA-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan kembali melayani penerbangan komersial dengan delapan rute utama setelah direaktivasi oleh pemerintah pusat pada 17 September 2026.
Berbagai persiapan menjelang kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara terus dilakukan.
Di tengah menunggu keputusan pemerintah pusat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut sedikitnya delapan rute penerbangan dipastikan akan dilayani saat bandara kembali dibuka.
Farhan mengatakan, operasional penerbangan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Namun, pemerintah daerah telah memperoleh informasi mengenai sejumlah rute yang akan kembali dilayani.
“Mudah-mudahan nanti bisa terbang ke Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang dan Pekanbaru. Delapan destinasi itu sudah pasti,” kata Farhan di GOR Bandung Arena, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menjelang pengoperasian kembali bandara, Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat berbagai persiapan, khususnya pada infrastruktur pendukung di luar kawasan bandara.
Farhan menjelaskan bahwa sejumlah pekerjaan fisik telah dilakukan untuk memastikan kelancaran akses menuju bandara, di antaranya:
– Perbaikan jalan di sekitar kawasan bandara
– Pembenahan sistem drainase
– Pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu keselamatan
– Pemasangan dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU)
– Pembaruan marka jalan.
Sebagian besar pekerjaan tersebut, menurut Farhan, telah rampung. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu disempurnakan sebelum operasional dimulai.
“Alhamdulillah, walaupun kami bukan pembuat keputusan. Presiden, Menteri Perhubungan, Kementerian Pertahanan dan TNI AU semuanya sudah bersepakat untuk mengoperasikan Bandara antara bulan Juli, Agustus atau September. Kami memang masih menunggu,” katanya.
Disamping itu. menurut Farhan, sebagian besar persiapan fisik telah rampung. Namun masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait sistem parkir dan pengaturan transportasi di kawasan bandara.
“Hal yang masih menjadi PR sekarang adalah mengenai parkir dan tata kelola parkir serta taksi. Sudah dipastikan tidak boleh ada kendaraan umum massal seperti angkot maupun bus masuk ke sana. Kalau pun ada, kita hanya menyediakan shuttle tetapi itu pun belum final. Kalau dari sisi luar, kami sudah siap,” pungkasnya. (Seruni/Berita Inspira)**
