Berita

Polda Banten Cocokkan DNA Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda dengan Jenazah di Pulau Enggano

Oleh editor 15 September 2026 2 menit baca

BANDUNG INSPIRA – Harapan baru muncul dalam pencarian delapan penumpang kapal cepat Arupadathu 1 yang hilang di Selat Sunda. Polda Banten memastikan proses pencocokan DNA keluarga korban dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, kini tengah berlangsung.

Konfirmasi disampaikan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea di Serang, Selasa 15/9/2026. Ia menyebut, data antemortem keluarga sudah dikirim ke Polda Bengkulu untuk dicocokkan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes.

“Kami sudah berikan data antemortem ke Polda Bengkulu dan saat ini masih menunggu hasilnya,” ujar Maruli.

Meski belum merinci kapan dan dari keluarga siapa saja sampel itu diambil, Maruli menegaskan respons dilakukan cepat begitu informasi temuan jenazah di Enggano muncul.

“Langsung respon cepat berkoordinasi dengan Polda Bengkulu, setelah mendapatkan info terkait temuan mayat,” katanya.

Hasil tes DNA ini dinilai sangat penting. Hingga Selasa 15/9, nasib delapan orang yang menumpangi kapal cepat Arupadathu 1 masih belum jelas. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin 7/9 saat dalam perjalanan meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau via Pandeglang, Banten.

Rombongan itu terdiri dari delapan orang, dengan rincian lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu wisata. Pencarian masih dilakukan gabungan tim SAR dan kepolisian di perairan Selat Sunda.

Temuan jenazah di Pulau Enggano kemudian menjadi petunjuk baru. Jika hasil DNA cocok, maka bisa menjadi titik terang pertama setelah lebih dari sepekan pencarian tanpa hasil.

Jenazah tanpa identitas itu ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu 12/9. Temuan bermula dari laporan warga yang kemudian diteruskan ke Kantor SAR Bengkulu.

Kondisi lokasi yang berada di pulau terluar membuat proses evakuasi tidak mudah. Jenazah baru bisa dibawa ke Kota Bengkulu pada Senin 14/9 menggunakan pesawat Susi Air untuk kepentingan pemeriksaan forensik lebih lanjut di RS Bhayangkara.

Jarak Enggano yang cukup jauh dari lokasi terakhir kapal hilang di Selat Sunda memang menimbulkan pertanyaan. Namun secara arus laut, tidak menutup kemungkinan jenazah bisa terbawa hingga ke perairan Bengkulu.

Saat ini, baik Polda Banten maupun Polda Bengkulu masih menunggu hasil laboratorium DVI. Identifikasi melalui DNA menjadi metode paling akurat, mengingat kondisi jenazah yang sudah beberapa hari terdampar.

“Masih menunggu hasilnya. Semoga ada titik terang. Amien,” tutup Maruli.

Polda Banten meminta keluarga dan publik bersabar menunggu hasil resmi. Apabila DNA tidak cocok, maka pencarian delapan penumpang kapal akan tetap dilanjutkan dengan memperluas area pencarian.(Bambang/Berita Inspira)

11 Warga Garut Korban Tenggelamnya KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan

BANDUNG INSPIRA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan akan menjamin seluruh warganya yang menjadi korban tenggelamnya KM…

editor 15 Sep 2026

Kebakaran Timbunan Sampah di Ciumbuleuit Sebabkan 19 Warga Sesak dan 3 Sekolah Terpapar Asap

BANDUNG INSPIRA– Kebakaran lahan bekas timbunan barangkal di Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung berdampak langsung ke warga….

editor 15 Sep 2026

Farhan Akan Tutup Lahan Timbunan Sampah Ilegal di Ciumbuleuit yang Terbakar, Pemilik Akan Dilaporkan ke Gakkum KLH

BANDUNG INSPIRA– Pemerintah Kota Bandung akhirnya menutup lahan kosong milik swasta di Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap yang terbakar…

editor 15 Sep 2026