BANDUNG INSPIRA– Kebakaran lahan bekas timbunan barangkal di Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung berdampak langsung ke warga. Hingga siang ini, tercatat 19 warga mengalami gangguan kesehatan akibat asap.
Hal itu diungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Kepala Dinas Kesehatan saat mengecek lokasi kebakaran, Senin 15/9/2026.
“Sejauh ini warga yang terganggu akibat kebakaran ini kurang lebih 19 orang. Pak Kadis Kesehatan?” tanya Farhan.
“Betul Pak. ISPA, kemudian ada satu orang asma, dan lainnya hipertensi, myalgia, memang tidak terkait langsung dengan asap,” jawab Kadis Kesehatan, Soni.
*Posko Kesehatan Dibuka di RW 10*
Semua warga terdampak sudah diperiksa di posko yang dibuka di RW 10. Saat ini mereka berada di rumah masing-masing, namun dalam pantauan.
“Di rumahnya masing-masing, tapi sudah diperiksa di posko RW 10,” jelas Soni.
Wali Kota Farhan memastikan akan langsung mendatangi posko untuk melihat data dan kondisi warga. “Hampir pasti semuanya terkena asap. Nanti saya akan ke posko RW 10,” katanya.
*Tiga Sekolah dan Satu RS Kena Asap*
Tak hanya warga, asap juga menyebar ke fasilitas pendidikan dan kesehatan. Ada tiga sekolah yang terpapar, yakni dua SD dan satu SMP, serta satu rumah sakit TNI AU, RS Salamun.
Meski begitu, Dinas Pendidikan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
“Dua SD kena asap, tapi tidak menghentikan proses belajar mengajar ya? Tetap jalan?” tanya Farhan.
“Siap. Tetap jalan,” jawab perwakilan Disdik.
Warga sendiri mengaku kejadian kebakaran di lahan itu bukan kali pertama. Sebelumnya pernah terjadi dan butuh waktu hingga dua bulan untuk padam total.
Anggota DPRD Kota Bandung Dudi Himawan menyebut laporan utama dari warga adalah gangguan asap. “Sementara keluhan warga masyarakat gangguan asap,” kata Dudi.
Pemkot kini berupaya memadamkan api dengan metode baru dan menargetkan api padam dalam tiga hari.(Bambang/Berita Inspira)
