BANDUNG INSPIRA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat ada 11 pohon di Jalan Pahlawan yang mengalami pengerusakan dengan cara dikuliti. Jika tidak segera ditangani, pohon-pohon tersebut berpotensi kering dan tumbang.
Pantauan di lapangan, kulit pohon bagian bawah dikerik dengan bekas yang cukup rapi. Aksi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bandung.
Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, kasus ini diketahui dari laporan masyarakat dan media sosial. Setelah dicek ke lokasi, terbukti ada tindakan perusakan.
“Jadi itu ada upaya pengerikan yang tujuannya mungkin untuk merawat. Tetapi kalau kita lihat, itu bukan tindakan perawatan, tapi tindakan yang bisa membahayakan pohon, mematikan pohon,” ujar Darto saat meninjau lokasi, Selasa (18/8/2026).
Darto menjelaskan pelaku memotong seluruh lapisan kulit pohon hingga kambiumnya tidak nyambung.
“Indikasinya kalau dilakukan seperti itu bisa-bisa lama-lama kering dan tumbang. Karena itu segera kita tangani. Harapannya supaya segera dapat dipulihkan, terus kita jaga,” kata Darto.
Pengelola Taman Kehati Kota Bandung, Deni Hidayatul Mukti merinci, dari 11 pohon yang dikuliti terdiri dari 8 pohon mahoni dan 3 pohon angsana.
Selain itu ada juga tanaman hias jenis bunga kertas yang ikut dirusak.
“Kalau yang bunga kertas, saya pikir tidak terlalu masalah besar ya. Tapi mungkin ini pohon kalaupun ditebang, diganti lagi yang baru, yang lebih besar, itu jauh lebih bagus kalau menurut pandangan saya,” kata Deni.
Hingga saat ini pelaku pengerusakan pohon masih dalam pencarian. DLH memastikan akan memberikan tindakan berupa pembinaan terlebih dahulu.
“Ya, mungkin tujuannya apa kita lihat nanti. Tapi tindakan itu bisa merusak pohon. Kita tidak paham motivasinya apa, karena kita belum temukan pelakunya,” ucap Darto.
DLH mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat aksi serupa, agar pohon-pohon di Kota Bandung tetap terjaga. (Bambang/Berita Inspira)
