May Day 2026 di Bandung Tanpa Demo, SPSI Pilih Jalan Sehat dan Layanan Publik
BANDUNG INSPIRA– Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Kota Bandung dipastikan tanpa aksi unjuk rasa di jalanan. Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Bandung memilih cara berbeda: mengirim perwakilan buruh ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi, sementara kegiatan di Bandung diisi jalan sehat dan pelayanan publik.
Ketua SPSI Kota Bandung Hermawan mengatakan, rangkaian May Day di Bandung dipusatkan pada Minggu, 3 Mei 2026 dengan kegiatan yang lebih kolaboratif.
“Di Bandung kita tidak ada aksi unjuk rasa. Aspirasi teman-teman buruh akan disampaikan di Jakarta. Sementara di sini kita pusatkan kegiatan pada tanggal 3 Mei dengan jalan sehat dan pelayanan publik,” ujar Hermawan, Rabu (29/4/2026).
Jalan sehat akan start dari Balai Kota Bandung, melintasi sejumlah ruas jalan pusat kota, dan diikuti sekitar 500 peserta dari 14 serikat pekerja. Kegiatan ini dikemas dalam semangat gerakan kota bersih dan asri.
SPSI juga membuka layanan publik di area Balai Kota. Masyarakat dan pekerja bisa mengakses pembuatan administrasi kependudukan, bantuan sosial, perpanjangan SIM, pasar sembako murah, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan kerja. Berbagai instansi dilibatkan untuk mempermudah akses layanan.
Setelah kegiatan, SPSI akan menyampaikan aspirasi langsung ke Wali Kota Bandung. Hermawan menyebut banyak muatan lokal yang belum maksimal direalisasikan.
Ia menyoroti sejumlah program yang jadi PR Pemkot Bandung: bus buruh, pembangunan perumahan pekerja, sembako murah, hingga beasiswa bagi anak buruh berprestasi.
“Misalnya bus buruh, dulu sempat ada, tapi sekarang sudah tidak berjalan. Begitu juga dengan perumahan buruh dan beasiswa, realisasinya masih belum maksimal,” ungkapnya.
Menurut Hermawan, beberapa program itu pernah berjalan tapi tidak optimal dan tak ada penambahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Optimalisasi program bergantung pada komitmen dan kebijakan pemda, terutama soal anggaran dan prioritas pembangunan.
“Dengan pendekatan yang lebih dialogis dan konstruktif, SPSI Kota Bandung berharap aspirasi para pekerja dapat lebih didengar dan ditindaklanjuti, baik di tingkat pusat maupun daerah, tanpa harus melalui aksi unjuk rasa di jalanan,” tandasnya.(Bambang)**
Foto:Bambang/Berita Inspira


