BERITA INSPIRAHEADLINE NEWSNASIONAL

Mahmud MD Mundur Dari Kabinet Jokowi, Ono Surono: Pemilu Tak Boleh Dicampuri Kekuasaan

JAKARTA, INSPIRA – Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Jawa Barat, Ono Surono turut angkat bicara terkait mundurnya Mahfud MD sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) dari Kabinet Indonesia Maju.

Dikatakan Ono Surono, demokrasi yang berjalan baik itu ditandai dengan tidak adanya turut campur kekuasaan dalam pemilu.

“Konstitusi dan peraturan perundang-undangan di Indonesia sudah sangat jelas bahwa pemilu harus jujur dan adil (jurdil), bebas dan rahasia. Sehingga siapapun yang berada di kekuasaan harus dibatasi apabila mempunyai kepentingan politik,” kata Ono yang juga merupakan anggota Komisi IV DPR RI ini, Rabu (31/1/2024).

Menurut Ono, Mahfud MD tentunya sudah sangat mengerti tentang hal itu, tetapi Presiden Jokowi malah mempertontonkan bahwa kekuasaan itu bisa dengan leluasa bermain pada wilayah pemilu yang pasti akan menciderai demokrasi.

Ono mencontohkan, seperti adanya peraturan yang dibuat bagi calon yang ikut kontestasi tidak perlu mundur dari jabatannya dengan syarat cuti atau di luar hari kerja. Akan tetapi di beberapa kegiatan Kementerian, banyak informasi yang menyampaikan bahwa calon tersebut justru memanfaatkan jabatannya.

Ditambah lagi, kata Ono, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Presiden boleh berkampanye begitu pula dengan pejabat lainnya.

“Sehingga kondisi saat ini, terjadi situasi banyak pejabat dan kementerian-kementerian yang muter-muter mengumpulkan masyarakat dengan jumlah besar yang patut diduga untuk kepentingan pemilu 2024,” kata Ono. *(roska)

“Seperti misalnya, Menteri Pertanian RI yang secara politik bisa saja dekat dengan salah satu partai politik karena anaknya mencalonkan anggota legislatif,” ujarnya.

“Kerjaannya muter-muter terus bicara masalah pertanian dengan narasi Pemerintah sudah baik kinerjanya padahal rakyat saat ini sangat kesulitan terutama masalah pupuk,” imbuh dia.

Lalu, kata Ono, program bansos yang penyalurannya ditarik lebih awal, sampai-sampai Presiden sendiri yang ikut membagikan dibarengi operasi pasar.

“Mungkin tujuannya supaya tidak ada persepsi negatif terhadap kinerja Presiden yang akan berpengaruh terhadap suara anaknya yang mencalonkan sebagai wapres,” ujar Ono.

Sehingga menurut Ono, langkah yang dilakukan oleh Mahfud MD sudah sangat tepat untuk memberikan kesadaran bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa pemilu 5 tahunan harus didasari dengan demokrasi yang berjalan dengan baik.

“Dari dan untuk rakyat, rakyatlah yang berkuasa. Dan tidak ada kekuasaan yang bisa mengintimidasi dan menekan rakyat,” tuturnya.

“Semoga saja, Presiden Jokowi segera bisa menerima kehadiran Pak Mahfud untuk menyerahkan langsung surat pengunduran dirinya,” tambah Ono.

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.