Bulog Bandung Perkuat Stabilitas Harga, Rutin Salurkan Minyakita ke Pasar se- Bandung Raya
BANDUNG INSPIRA – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Bandung terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan melalui penyaluran rutin komoditas Minyakita ke berbagai pasar yang tergabung dalam program SP2KP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta pasar pemantauan Bapanas di wilayah Bandung Raya.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Perum Bulog dalam mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas minyak goreng yang memiliki kontribusi besar terhadap kebutuhan masyarakat.
Sehari-hari penyaluran dilakukan secara berkala dan terencana guna memastikan ketersediaan barang tetap terjaga serta harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Cakupan distribusi Minyakita oleh Bulog Kancab Bandung telah menjangkau berbagai kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya yang telah menjalin kerja sama. Diantaranya Kota Bandung, penyaluran dilakukan di Pasar Sederhana, Pasar Astana Anyar, Pasar Kosambi, dan Pasar Gedebage.
Kerjasama distribusi wilayah kita dilakukan di wilayah Kabupaten Bandung, distribusi dilakukan di Pasar Sehat Soreang dan Pasar Banjaran. Sementara itu, di Kabupaten Sumedang penyaluran Minyakita dilakukan di Pasar Inpres Sumedang.
Selanjutnya di Kota Cimahi, Perum BULOG menyalurkan Minyakita di Pasar Cimindi dan Pasar Atas. Adapun di Kabupaten Bandung Barat (KBB), distribusi dilakukan di Pasar Tagog
Padalarang.
“Saya tadi beli Minyakita di pasar, harganya masih terjangkau, bahkan ada yang Rp15.500 per liter, jadi masih di bawah HET Rp15.700. Menurut saya ini sangat membantu, apalagi kebutuhan minyak goreng cukup tinggi untuk sehari-hari. Semoga ke depannya harganya tetap stabil dan stoknya selalu tersedia di pasar,” ujar Ujang salah satu warga lokal pasar Atas Cimahi.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kancab Bandung, Yanto Nurdiyanto, menegaskan bahwa Bulog berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan.
“Kalau dari Bulog Bandung kami memang rutin menyalurkan Minyakita ke pasar-pasar SP2KP di wilayah Bandung Raya. Tujuannya supaya masyarakat tetap bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau dan sesuai ketentuan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan pengelola pasar agar distribusinya lancar, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Yanto.
Lebih lanjut, Bulog Kancab Bandung juga secara aktif melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan distribusi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat dengan harga sesuai ketentuan, sekaligus mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi.
Dengan adanya penyaluran rutin Minyakita melalui jaringan SP2KP dan Bapanas ini, diharapkan masyarakat di wilayah Bandung Raya dapat memperoleh minyak goreng dengan
harga yang stabil dan terjangkau. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.
Kedepan, Bulog Kancab Bandung akan terus memperluas jangkauan distribusi serta meningkatkan intensitas penyaluran, guna memastikan seluruh wilayah dapat terlayani dengan
baik dan stabilitas harga pangan tetap terjaga secara berkelanjutan. (Tim Berita Inspira)**
Foto: Istimewa


