Volume Sampah Plastik di Sungai Bandung Tembus 300 Ton Per Hari
BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota Bandung menyatakan kondisi sampah plastik di aliran sungai sudah masuk tahap mengkhawatirkan dan mendekati darurat. Selama periode libur Lebaran, volume sampah yang diangkat petugas dari sungai mencapai hampir 300 ton per hari.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut angka itu mengejutkan dan menunjukkan persoalan pengelolaan limbah perkotaan masih jadi pekerjaan rumah besar.
“Sejauh ini sangat mengerikan, saya harus bilang. Selama libur Lebaran kemarin, ada hampir 300 ton per hari sampah plastik yang kita ambil dari sungai. Ini sangat mengagetkan kita semua,” kata Farhan, Kamis (16/4/2026).
Farhan menegaskan, volume sebesar itu tidak bisa ditangani dengan cara lama seperti hanya mengangkut lalu membakar. Dibutuhkan sistem pengelolaan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada daur ulang.
Sampah plastik harus melalui tahap pembersihan dan pemilahan sebelum bisa diolah kembali menjadi barang bernilai guna. Dengan jumlah 300 ton per hari, proses tersebut tidak sederhana. “Karena sampah plastik ini tidak bisa sekadar diangkut lalu dibakar. Kalau mau berguna dan didaur ulang, harus melalui proses pembersihan terlebih dahulu,” ujarnya.
Melihat kompleksitas dan volume sampah, Farhan menilai penanganannya sudah masuk skala industri. Pemkot Bandung tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan teknologi serta investasi.
“Itu sebabnya, saya sedang mencari solusi dengan bertemu beberapa investor swasta yang bisa membantu mengelola sampah plastik tersebut,” ucapnya.
Pemkot kini membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah kota. “Dan 300 ton per hari, membersihkannya tidak mudah sama sekali. Ini sudah skala industri,” jelas Farhan.
Farhan juga menekankan, persoalan sampah tidak akan selesai dalam satu atau dua tahun. Selama ada aktivitas konsumsi, sampah akan terus dihasilkan. Karena itu, pola pikir masyarakat terhadap sampah harus berubah.
“Kita harus mulai hidup berdampingan dengan sampah. Artinya, kita tidak bisa mengatakan satu tahun selesai. Selama kita hidup, selama kita mengonsumsi barang, selama itu akan ada sampah,” tandasnya.
Ke depan, Pemkot Bandung mendorong tiga langkah utama: pengurangan sampah dari hulu, penguatan sistem daur ulang berskala industri lewat kerja sama swasta, dan edukasi publik agar sampah tidak berakhir di sungai.(Bambang)**
Foto:Bambang/Inspira


