BANDUNG INSPIRA – Keributan antara pengemudi taksi online dengan paguyuban di Stasiun Bandung jadi sorotan. Pemerintah Kota Bandung mengaku akan mengklarifikasi langsung ke pihak pengelola stasiun untuk mencari jalan tengah.
” Saya tanyakan dulu kepada kepala stasiun, karena saya setiap hari ke sana. Kemarin memang agak terlalu fokus ke urusan bandara. Sekarang bandara sudah aman,” ujar Walikota Bandung Muhammad Farhan, Rabu (12/8/2026).
Farfan mengaku sudah mendengar isu tersebut sejak malam sebelumnya. Kekhawatiran terbesarnya, persoalan serupa terjadi lagi saat Bandara Bandung nanti resmi beroperasi.
Ia menegaskan, pengelolaan stasiun berada di tangan PT KAI, sementara bandara di bawah Angkasa Pura dan TNI AU. Karena itu, semua operator transportasi wajib mengikuti aturan dari pengelola masing-masing tempat.
“Pada prinsipnya, stasiun merupakan kewenangan KAI, sedangkan bandara berada di bawah Angkasa Pura dan TNI AU. Jadi, para operator harus mengikuti aturan yang dibuat oleh pemilik atau pengelola tempat tersebut,” katanya.
Jika ada pihak yang merasa tidak adil, ia meminta agar diselesaikan lewat musyawarah. Isu ini juga sudah menjadi perhatian Gubernur Jabar, khususnya terkait kemacetan di pintu keluar-masuk Stasiun Bandung.
“Menurut beberapa pihak, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah banyaknya taksi online yang parkir di luar stasiun. Namun, itu masih kemungkinan dan belum bisa dipastikan,” ujarnya.
“Demi kelancaran pariwisata Kota Bandung, mari kita bicarakan terlebih dahulu. Apalagi hal ini juga sudah menjadi perhatian Gubernur,” tambahnya.
Menjawab pertanyaan soal potensi konflik di bandara, ia menyebut persiapan sudah dilakukan. Primkop AU dikabarkan sudah berkoordinasi dengan dua perusahaan transportasi.
Namun persoalan tempat mangkal bagi pengemudi online masih belum selesai.
“Memang, beberapa teman-teman dari pengemudi online juga meminta apakah bisa disediakan tempat untuk ‘nge-tem’. Sampai sekarang belum ditemukan tempatnya. Itu saja persoalannya,” jelasnya.
Pemkot Bandung berharap semua pihak duduk bersama agar transportasi di stasiun maupun bandara berjalan tertib dan tidak mengganggu kenyamanan wisatawan.
Sebelumnya, Seorang pengemudi taksi online terlibat keributan dengan sejumlah anggota paguyuban angkutan di Stasiun Bandung, Selasa (11/9) kemarin. Perselisihan dipicu lantaran pengemudi taksi online masuk ke area stasiun yang dilarang bagi angkutan online.
Kejadian ini viral di media sosial (medsos) setelah rekaman video memperlihatkan aksi saling dorong hingga pengemudi taksi online terjatuh ke tanah. Insiden ini menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk sesama pengemudi online.
Pascakejadian, puluhan pengemudi online mendatangi Mapolsek Cicendo untuk meminta kepolisian mengusut tuntas kejadian tersebut. Pihak kepolisian pun mempertemukan kedua belah pihak dan kasus ini diselesaikan melalui jalur mediasi.
(Bambang/Berita Inspira)
Foto: Istimewa
