BOGOTÁ INSPIRA– Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026 pagi waktu setempat. Bencana ini menjadi gempa terkuat yang tercatat di negara itu pada abad ke-21 dan menewaskan sedikitnya 132 orang.
Pusat gempa berada di dekat kota San Jose del Palmar, di departemen Choco, pesisir Pasifik, dengan kedalaman 107 km menurut USGS. Getaran dirasakan hingga 9 departemen dan di 32 ibu kota departemen, termasuk Bogotá, serta di negara tetangga Ekuador, Panama, dan bahkan Caracas, Venezuela.
Presiden Kolombia, Abelardo De La Espriella dalam pidato nasional menyatakan laporan awal menyebut 111 orang tewas dan 87 orang luka-luka, dengan puluhan bangunan runtuh dan rumah rusak. Data terbaru menyebut angka korban tewas naik menjadi 132 orang.
Wilayah terdampak terparah berada di kawasan Andes:
– Risaralda: Kota Pereira mencatat 18 orang tewas. Wali Kota Mauricio Salazar mengatakan jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena proses evakuasi masih berlangsung.
– Valle del Cauca: Setidaknya 27 orang tewas termasuk 3 anak-anak di wilayah Cali. Wali Kota Cali Alejandro Eder menyebut 20 gedung runtuh dengan warga masih terjebak.
– Choco: 12 orang tewas dan 84 luka-luka di wilayah rural dekat pusat gempa.
– Manizales: 5 orang tewas dan 20 rumah hancur.
Sementara itu, Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan 6 bandara terdampak dan operasi penerbangan ditangguhkan, yaitu di Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura. Rumah sakit, jaringan komunikasi, dan gedung bertingkat juga mengalami kerusakan, Sedangkan Di Choco, komunikasi terputus sehingga laporan terlambat masuk.
Kini lebih dari 2 juta orang terdampak oleh guncangan gempa yang sangat kuat itu, USGS memperkirakan ada kemungkinan jumlah korban tewas akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat, dan di prediksi akan mencapai jumlah 1000 orang.
Presiden De La Espriella yang baru dilantik 7 Agustus 2026 langsung menetapkan status darurat nasional. “Pemerintah nasional mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi jiwa, membantu masyarakat terdampak dan menyalurkan bantuan ke mana pun dibutuhkan,” ujarnya. Prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Di Bogotá, Wali Kota Carlos Galán mengatakan belum ada laporan korban atau kerusakan struktural berat, hanya beberapa retakan gedung.
Gempa ini terjadi beberapa minggu setelah dua gempa besar melanda Venezuela akhir Juni lalu yang menewaskan lebih dari 6.300 orang. Gempa Kolombia 10 Agustus ini disebut sebagai gempa terkuat yang berpusat di Kolombia sejak 1990.
Hingga Selasa pagi, tim SAR, polisi, dan relawan masih menyisir reruntuhan secara manual karena keterbatasan alat berat. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. (Bambang/Berita Inspira)
