Wajib Booster ke Area Publik, Pengelola Wisata Akui Keberatan

Pengelola tempat wisata mengaku keberatan dengan adanya persyaratan wajib vaksin ke-III kepada pengunjung. Pasalnya akan berdampak terhadap penurunan jumlah wisatawan. 

Marketing Communications Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazooga), Sulhan Syafi’i mengaku keberatan dengan adanya aturan wajib vaksin ke-III. Terlebih, peraturan tersebut tidak dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. 

“Ya saya keberatan kalau pengunjung wajib booster, apalagi masih banyak pengunjung  yang belum divaksin, rata-rata baru tahap satu atau dua. Harus ada program vaksin booster massal dulu baru diterapkan di lapangan. Ini kan belum dimassalkan di lapangan dan di kantong-kantong umum,” ungkap Sulhan, Jumat (8/7/2022). 

Sulhan meyakini, penerapan aturan tersebut bisa menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bandung. Selain itu juga, menurutnya,  penerapan aturan wajib booster bisa menghambat proses pemulihan ekonomi yang saat ini sedang digalakkan salah satunya melalui sektor pariwisata. 

Terlepas dari itu, pihaknya akan mendukung penuh upaya tersebut guna menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung terlebih dengan adanya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5. Asalkan, Pemkot Bandung terlebih dahulu menggalakkan vaksinasi massal di berbagai lokasi. 

“Kalau maksud saya anda bantu dulu kami sebelum aturan diterapkan, jadi kerjasama, jangan mencegat di jalan. Mangga silahkan buka gerai booster di banyak tempat dulu. Seperti dulu vaksin satu dan dua, terus digalakkan,” ungkapnya. 

“Jika gerai vaksin sudah tersedia di banyak tempat, kami mendukung. Tapi, kami keberatan jika memang langsung diwajibkan,” imbuhnya. 

Serupa dengan Sulhan, Direktur Utama Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat Udjo menyambut baik peraturan pengunjung wajib booster tersebut. Terlebih, pihaknya selama ini berperan aktif untuk mengingatkan dan menerapkan prokes ketat bagi pengunjung yang datang ke Saung Angklung Udjo. 

“Tapi jujur saja ini sulit ya. Kalau dibilang keberatan kita seolah-olah tidak mengapresiasi aturan pemerintah, tapi kalau ikut juga aduh, agak sulit. Walaupun kami juga ingin mencoba mematuhi dengan sebaik-baiknya,” ujar Taufik saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (8/7/2022). 

Dijelaskannya, meski mayoritas pengunjung Saung Angklung Udjo telah menerima vaksin dosis ketiga yaitu booster, namun menurutnya masih banyak wisatawan yang baru mendapatkan dosis kedua atau baru dosis pertama.

“Karena kalau mereka disuruh pulang atau dilarang masuk itu kasian juga, kebanyakan bagaimana  pengunjung berasal dari luar Bandung. kasian jauh-jauh tapi dilarang masuk. Kita juga ketatkan penerapan jarak sosial, karena kebetulan kapasitas kan belum penuh, jadi masih terjaga jarak sosial,” tandasnya. (TRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.