BANDUNG INSPIRA – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Bandung menurunkan tarif Bandung Tour on Bus (BANDROS) menjadi Rp8. Tarif ini berlaku jika penumpan membayar dengan metode non-tunai melalui QRIS dan berlaku selama 2 hari pada tanggal 16 sampai 17 Agustus 2026.
Awalnya tarif yang direncanakan sebesar Rp81. Namun Wali Kota Bandung meminta tarif ditekan ke batas paling murah.
“Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Pak Wali Kota kemudian menyampaikan kepada saya, kira-kira tarif yang paling murah berapa. Saya jawab, ‘Rp8, Pak.’ Kemudian Pak Wali menyampaikan, ‘Ya sudah, Rp8 saja,’” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi.
Menurut Rasdian, angka Rp8 dipilih karena memiliki filosofi bulan kemerdekaan, yaitu Agustus atau bulan ke-8. Selain itu juga untuk membiasakan masyarakat bertransaksi non-tunai.
“Intinya, program ini bukan hanya soal murahnya tarif, tetapi juga bagaimana masyarakat dibiasakan melakukan pembayaran secara non-tunai atau digital menggunakan QRIS. Kalau pembayaran dilakukan secara tunai, tentu sulit mencari uang pecahan Rp8 atau bahkan Rp81,” jelasnya.
Program tarif Rp8 ini berlangsung selama 2 hari, mulai hari Minggu, 17 Agustus 2026, pukul 06.00 – 20.00 WIB untuk rute Alun-Alun dan Diponegoro. Sedangkan Khusus rute Braga waktunya diperpanjang sampai pukul 22.00 WIB.
Untuk hari senin, 18 Agustus 2026 tarif in berlaku sejak pukul 08.00 – 16.00 WIB.
Untuk diskon tarif merdeka ini, Pemkot Bandung meng aktifkan tiga shelter mulai dari Alun-Alun, jalan Diponegoro, dan Braga. Pemkot juga mengerahkan seluruh armada bandros, yakni 12 bus.
“Kalau misalnya ada lokasi yang peminatnya lebih banyak, bus bisa diarahkan ke sana. Bisa juga dibagi menjadi dua atau tiga lokasi. Misalnya, tiga bus ditempatkan di kawasan Braga, sementara sisanya diarahkan ke Alun-Alun dan Diponegoro,” kata Rasdian.
Bagi warga yang belum paham melakukan pembayaran dengan metode QRIS, petugas akan membantu langsung di lapangan. Edukasi ke para guide sudah dilakukan sebelumnya.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir kalau belum terbiasa menggunakan pembayaran digital. Petugas akan membantu di lapangan,” ujarnya.
Estimasi pengguna diperkirakan di atas 2.000 orang. “Apalagi sekarang tarifnya lebih murah lagi, menjadi Rp8. Tentunya peminatnya diperkirakan akan semakin banyak,” kata Rasdian.(Bambang/Berita Inspira)
Foto:Bambang/Berita Inspira
