Ratusan Sapi Sembuh dari PMK, Sekda Kota Bandung: Jangan Ada SKKH Bodong 

BANDUNG INSPIRA – Sebanyak 300 ekor sapi yang mengalami  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kota Bandung, 104 ekor diantaranya sudah sembuh. Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengupayakan percepatan vaksinasi. 

“Sudah kita ajukan sesuai dengan kebutuhan tetapi sampai saat ini saya belum mendapatkan atau menerima laporan,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Kamis (23/6/2022). 

Pihaknya pun mengaku telah mengajukan sebanyak 10 ribu vaksin PMK. “Upaya apapun, termasuk misalnya keterbatasan vaksin ya kita optimalkan,” ujarnya. 

Disamping itu, pihaknya pun lakukan upaya antisipasi termasuk pengawasan kepada tempat ternak di Kota Bandung. 

“Yang jelas oleh kita semua tempat peternakan itu jelas menjadi atensi kita, saya minta Satgas PMK ini benar-benar melaksanakan pemantauan pengawasan secara maksimal,” tegas Ema. 

Ia juga mengatakan para peternak atau pengusaha harus benar-benar cermat dan teliti dalam menyediakan hewan, misalnya sapi. 

“Jangan istilahnya sembarangan menerima sapi dari luar kalau tidak benar-benar jaminan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) itu clear.  Agar nanti aspek kepercayaan dari konsumen jangan sampai muncul keraguan, kegalauan dan sebagainya,” paparnya. 

Karena, tuturnya, menjadi sebuah ibadah apabila dapat memberikan jaminan garansi aman. “Menjadi bagian dari pada ibadah ketika kita memberikan daging sapi yang baik, itu juga memberikan rasa tenang juga masyarakat yang menerima daging bantuan tersebut,” ujarnya. 

Pihaknya juga sudah memberikan instruksi kepada kewilayahan yakni camat dan lurah agar mengawasi terkait penjualan hewan kurban. Terutama, tambahnya, hewan yang diperjual belikan harus dengan SKKH yang benar.

“Jangan sampai ada SKKH bodong, itu yang kami mintakan dari dinas terkait memberikan pengawasan.  Karena  mereka yang lebih tahu  bahwa itu misalnya terindikasi palsu atau tidak,” terangnya. 

Selanjutnya, disampaikan Ema, Yang paling utama yang harus diingatkan  adalah para panitia hewan kurban. Termasuk katanya,  mengoptimalkan pelatihan penyembelihan hewan yang sudah kerap dilakukan.  

“Panitia kurban itu ribuan, setiap masjid ada, di Bandung misalnya ada 6 ribu, jadi mereka juga harus paham,” ujarnya. 

Lebih jauh Ema juga mengimbau, dengan kondisi seperti sekarang ini tidak terpengaruh untuk tetap melakukan kurban. 

“Imbauan Pak Wali Kota Bandung untuk setiap SKPD  juga berbagi melakukan kurban. Jadi jangan ada semangat berkurang disaat kondisi seperti ini, tetapi lebih aspek kehati-hatian, kewaspadaan kondisi seperti itu untuk lebih ditingkatkan,” tandasnya. (TRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.