Internasional

Prancis Catat Hampir 9.000 Orang Tewas dalam Gelombang Panas Sepanjang Bulan Juni

Oleh editor 4 Juli 2026 2 menit baca

BANDUNG INSPIRA-Eropa saat ini berada dalam status siaga tinggi terhadap kebakaran hutan setelah gelombang panas yang memecahkan rekor dan minimnya curah hujan mengubah hutan serta lahan menjadi sangat mudah terbakar.

Para peramal cuaca juga memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut.

Data awal dari Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional (INSEE) menunjukkan terdapat 2.025 kematian tambahan selama periode gelombang panas tersebut.

Ratusan warga dievakuasi, sementara kebakaran menyebabkan penutupan sejumlah jalan dan menghentikan layanan kereta yang menghubungkan Marseille dengan Miramas, menurut operator transportasi SNCF.

Lebih dari 800 petugas pemadam kebakaran di Prancis tengah berupaya memadamkan kebakaran yang mulai terjadi pada Rabu. Api telah menghanguskan sekitar 12 kilometer persegi di departemen Herault, Aude, dan Bouches-du-Rhône di wilayah selatan, menurut France Info.

Secara keseluruhan, saat ini hampir 9.000 orang meninggal di dunia di Prancis berdasarkan sertifikat kematian elektronik yang tercatat sepanjang 22–28 Juni 2026. Lonjakan itu terjadi bertepatan dengan puncak gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah negara tersebut.

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan angka-angka tersebut masih bersifat sementara karena sertifikat kematian elektronik tidak mencakup semua kematian yang tercatat di seluruh negeri.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa data saat ini harus ditafsirkan dengan hati-hati dan mungkin meremehkan dampak penuh dari gelombang panas tersebut.

Menurut para pejabat setempat, sertifikat kematian elektronik mencakup sekitar 60% dari total kematian di seluruh negara, meskipun cakupannya sangat bervariasi di berbagai wilayah.

Dalam beberapa hari ini Prancis juga telah mengalami  suhu yang sangat tinggi, dengan banyak wilayah mencatat suhu di atas 35C (95F).

Para pejabat Prancis memperingatkan bahwa kehati-hatian diperlukan dalam menafsirkan angka-angka terkini, karena angka-angka tersebut mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan dampak sebenarnya dari gelombang panas.

Prancis telah menetapkan status siaga merah di enam departemen di kawasan selatan yang mengelilingi Laut Mediterania akibat risiko kebakaran hutan yang sangat tinggi pada Kamis dan Jumat kemarin.(Seruni/Berita Inspira)**