Kesaksian Pegawai Gedung Pakuan Tentang Eril, Ternyata Itu Sumber dari Doa yang Berlimpah

BANDUNG INSPIRA – Sosok anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, atau Eril tak banyak diketahui. Bahkan, dosennya di ITB  pun baru mengetahui Eril anak seorang Gubernur saat menyelesaikan tugas Akhir. 

Itulah kisah Eril, antusias masyarakat tanah air yang tidak berhenti mendoakannya  menjadi pertanyaan banyak orang.  Lalu, kebaikan apakah yang dilakukannya hingga pria muda ini banyak yang mendoakan dan mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya. 

Ternyata kebaikan-kebaikan Eril dirasakan banyak orang, termasuk salah satunya, seorang petugas keamanan yang sudah sejak tahun 2015 bertugas di Gedung Pakuan, Arief Heriawan. 

“Jadi saya juga paham kenapa banyak sekali yang mendoakan. Dan saat tahu Eril terkena musibah saya betul-betul kaget tidak percaya,” kata Arief di Gedung Pakuan, Senin (13/6/2022). 

Beberapa kesan baik dari sosok almarhum dirasakannya, bahkan untuk anak seorang pejabat jarang dilakukan pada umumnya. 

“Almarhum itu tidak pernah absen untuk menyapa kami setiap bertemu. Bahkan, meski kami tidak melihat kedatangannya, Eril selalu mau menyapa duluan,” bebernya. 

Tidak hanya menyapa, Eril yang lahir di New York, 25 Juni 1999 itu juga tak pernah lepas dari senyum. “Dimata almarhum semua sama, tidak membeda-bedakan orang,” ujarnya. 

Kebaikan Eril tidak berhenti sampai disitu, ia pun kerap berbagi kepada para pegawai di Gedung Pakuan. Mulai dari makanan, pakaian, hingga THR yang lagi-lagi tidak pernah dilakukan anak pejabat yang singgah disana. 

“Selalu memberi, tidak pernah behenti. Malahan baju juga sering, Eril suka ngasih baju dan itu baru kemudian ia bagikan ke semua pegawai disini,” tutur Arief. 

Begitu juga dengan THR atau uang, Eril terasa begitu suka berbagi. Bahkan, makanan pun selalu memperhatikan semua pegawai yang ada di Gedung Pakuan tanpa pilih-pilih.

“Sering Eril nanya, sudah makan apa belum dan juga langsung ngasih makanan untuk kami. Ya sebegitunya Eril sampai kebaikannya akan selalu kami ingat. Dan itu tentu saja menjadi pelajaran kami juga, agar tidak pernah berenti untuk berbuat baik. Satu lagi, berbaginya itu kadang tidak diketahui ayahnya, seolah almarhum itu kalau memberi ya sudah ga usah orang lain tahu,” paparnya. (TRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *