Ini Jumlah Stiker Doa yang Tertempel di Ruang Ekspresi Gedung Pakuan

BANDUNG INSPIRA – Tidak hanya dilokasi pemakaman putra pertama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz’ atau Eril yang tak henti-hentinya dikunjungi warga untuk berziarah, di Gedung Pakuan masyarakat pun masih terlihat hadir untuk takziah. Bahkan, ruang ekspresi yang disiapkan sebagai wadah tulisan doa untuk Eril sudah memenuhi dinding, pintu serta jendela.

Tak terhitung berapa kertas stiker yang bertuliskan pesan atau doa untuk Eril, namun dari keterangan yang berhasil dihimpun Inspira mencapai hingga 3000 lebih. Jumlah tersebut diambil dari banyaknya list nama yang tertulis dibuku tamu.

“Sampai dengan Minggu atau sehari sebelum Eril dimakamkan, jumlah nama yang tercatat dibuku tamu itu sampai dengan 3389 nama. Artinya, jumlah stiker doa minimal dan banyak juga yang menempel stiker tapi tidak menulia dibuku tamu. Jadi bisa saja lebih dari yang terdata,” beber salah seorang petugas keamanan Gedung Pakuan, Arief Heriawan, Selasa (14/6/2022).

Untuk jumlah buku tamunya sendiri yakni 20 dan itu disiapkan pada saat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pulang dari Swiss. Sejak saat itu, warga diperbolehkan takziah dan ruang ekspresi pun dibuka untuk umum.

“Buku tamu itu awal beli ada 20 buku dan sekarang sudah habis. Satu buku itu cukup untuk 200 lebih nama dan dihitung kasar sudah sekitar 3000 lebih, mungkin bisa jadi sampai 4000 tamu yang datang dan menempel doa di ruang ekspresi,” paparnya.

Arief juga menyampaikan, stiker tersebut bisa ditempel dimanapun sesuai keinginan warga atau yang takziah ke Gedung Pakuan. Yang llpasti, pihaknya tidak membatasi ruangan, bahkan dimeja pun diperbolehkan untuk diisi.

“Kalau keluarga tidak membatasi, mulai di dinding, pintu, jendela, bahkan meja juga silahkan tempel. Selama itu diruang ekspresi maka bebas untuk ditempel,” ujarnya.

Warga yang datang pun dari berbagai daerah, mereka sengaja datang dan ingin berdoa untuk almarhum Eril. Bahkan, tidak sedikit yang berasal dari luar pulau Jawa seperti Makasar dan Padang.

“Sampai sekarang warga masih terus berdatangan dan pihak keluarga juga masih membuka Gedung Pakuan untuk siapapun,” imbuh Arief. (TRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *