BANDUNG INSPIRA – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan angkat bicara soal adanya siswa yang didiskualifikasi dalam Penerimaan Murid Baru atau SPMB tahun ini.
“Kalau yang didiskualifikasi, saya sangat prihatin ya. Karena bagaimanapun juga itu anak-anak kita,” kata Farhan.
Meski begitu, Farhan memastikan anak-anak yang terdiskualifikasi tetap memiliki opsi sekolah.
“Tapi insya Allah ruang, kelas, dan kursi untuk sekolah swasta bagi mereka yang didiskualifikasi dari SPMB akan selalu tersedia,” ujarnya.
Farhan menyebut kuota SMP negeri di Kota Bandung saat ini sudah hampir terpenuhi semua. Kursi yang kosong akibat diskualifikasi juga langsung diisi dari daftar antrian.
“Itu sudah diisi langsung oleh antrian. Antriannya seueur, Pak. Antriannya seueur pisan itu mah. Langsung semua SMP negeri, alhamdulillah, terisi dengan baik,” katanya.
Ia menargetkan seluruh proses SPMB rampung akhir Juli 2025.
“Jumlah kursi SMP sekarang sudah hampir memenuhi kuota semuanya. Insya Allah akhir Juli ini semua sudah selesai,” ujarnya.
Farhan mengimbau para orang tua untuk tidak mencari celah yang merugikan anak dengan melakukan kecurangan.
“Saya menghimbau para orang tua jangan sampai mencari peluang-peluang yang justru nanti berdampak. Yang kena dampaknya anak-anak. Karunya,” tegasnya.
Selain SPMB, Farhan menyoroti masih adanya “blank spot” sekolah di beberapa wilayah.
“Yang paling mesti diperhatikan sekarang adalah tetap blank spot sekolah. Di beberapa kecamatan kadang cuma ada satu SMP, kadang tidak ada SMP,” katanya.
Jika persoalan SMP sudah beres, Pemkot akan fokus menambah SMA negeri secara masif. (Bambang/Berita Inspira)**
