BANDUNG INSPIRA – Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Memasuki lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, Program JKN tidak hanya berhasil memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan program melalui tata kelola yang baik, kondisi keuangan yang sehat, serta inovasi layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dari unsur tokoh Masyarakat, Lula Kamal didampingi dengan Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Umum dan Komunikasi, Ropik Patriana menggelar audiensi dan serap aspirasi bersama komunitas media lokal di Kota Bandung, Jumat (10/07). Kegiatan ini bertujuan menghimpun berbagai masukan dari Komunitas Pewarta Balaikota Bandung (PBB) dan Jurnalis Life Style Bandung (JLB) sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan Program JKN.
“Media memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan Program JKN. Selain berperan sebagai pemberi informasi yang akurat kepada masyarakat, media juga menjadi salah satu kanal yang mampu menangkap dan menyampaikan aspirasi publik terkait pelayanan Kesehatan,” ujar Lula dalam sambutannya.
Media memiliki kedekatan dengan masyarakat dan sering kali menjadi pihak pertama yang menerima berbagai masukan maupun keluhan terkait pelayanan publik. Karena itu, perspektif dari media menjadi sangat penting bagi kami untuk mendapatkan gambaran yang objektif mengenai implementasi Program JKN.
Dalam diskusi tersebut, komunitas media menyampaikan pandangan mengenai efektivitas penyebarluasan informasi Program JKN, tantangan literasi masyarakat terhadap hak dan kewajiban peserta, serta berbagai isu pelayanan kesehatan yang menjadi perhatian publik. Selain itu, media juga memberikan masukan mengenai strategi komunikasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transformasi layanan yang terus dilakukan BPJS Kesehatan.
Selain itu, media juga memberikan masukan mengenai strategi komunikasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transformasi layanan yang terus dilakukan BPJS Kesehatan.
“Sejauh ini mungkin banyak masyarakat yang belum mengetahui hak dan kewajiban peserta, karena itu JKN itu harus lebih disosialisasikan kepada masyarakat dengan menggunakan multi flatform (web, video hingga media sosial, red). Dengan begitu, peserta bisa membayar iuran dengan baik dan tidak hanya tidak hanya membayar saat mendesak saja,” papar Wakil Ketua Pewarta Balaikota Bandung, Tri Widiyantie.
Dia juga berharap, BPJS Kesehatan juga lebih sering memberikan sosialisasi kepada komunitas media. Begitu pun pada perusahaan atau pun organisasi. “Para jurnalis ini termasuk pekerja yang cukup rentan bermasalah dengan kesehatan. Jadi jaminan kesehatan itu menjadi sangat penting bagi kami,” tandasnya.
Terdapat inovasi dalam pelayanan JKN, seperti melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, serta Care Center 165. Kemudahan akses tersebut turut diperkuat melalui perluasan jejaring fasilitas Kesehatan dengan 3.103 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 485 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan 973 fasilitas kesehatan penunjang yang tersebar di seluruh Jawa Barat yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan. (Tim Berita Inspira)**
Foto: Istimewa
.
