BANDUNG INSPIRA – Pemkot Bandung memperkuat langkah pencegahan bullying dan penguatan karakter siswa melalui program baru di sekolah. Hal ini disampaikan Walikota Bandung Muhammad Farhan, Jumat (10/7/2026).
Untuk mengantisipasi bullying, Pemkot sudah memulai pelatihan kepada para guru Bimbingan Konseling (BP) oleh psikolog sejak tahun lalu.
“Kami akan evaluasi apakah efektif, karena kita ingin mencegah berkembangnya budaya kekerasan atau bully sejak awal,” ujar Farhan.
Selain itu, Pemkot juga akan mengevaluasi keberadaan psikolog klinik di 12 puskesmas untuk mendukung layanan kesehatan mental bagi siswa.
Khusus siswa kelas 9, Pemkot kembali menjalankan program pendidikan penguatan karakter dengan pendekatan bela negara.
Program ini melibatkan instruktur dari TNI dan Polri yang masuk ke sekolah setiap hari Jumat. Program ini sudah dimulai sejak 2025 dan dikaji bersama UPI.
“Kenapa? Karena anak-anak remaja ini lagi rentan-rentannya. Mereka mencari identitas, mencari kelompok tertentu. Kita pastikan mereka tidak tersesat,” kata Farhan.
Ia menambahkan, pendidikan agama tetap menjadi bagian dari program. Namun saat ini pendidikan karakter juga harus dikombinasikan dengan psikolog modern.
Pemkot juga sedang mengkaji kemungkinan pelajaran olahraga ditambah menjadi 3 kali seminggu. Kajian dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan.
Langkah ini merujuk pada rekomendasi WHO dan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hasilnya menunjukkan anak-anak rentan terhadap masalah kesehatan mental seperti stres hingga depresi. Selain itu juga rentan terhadap peningkatan konsumsi gula, lemak, dan karbohidrat yang berpotensi menyebabkan diabetes jangka panjang.
“Anak-anak perlu aktif bergerak secara fisik 60 menit setiap hari. Maka kita mulai mengadopsi konsep seperti itu. Kebiasaan olahraga sejak dini mulai dari SD dan SMP,” jelas Farhan.(Bambang/Berita Inspira)**
