Berita

Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan 160 Orang, 403 Masih Hilang

Oleh editor 27 Agustus 2026 2 menit baca

KATHMANDU INSPIRA – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026). Bencana itu menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan 403 orang dilaporkan hilang.

Kepolisian Nepal mencatat 157 korban meninggal di wilayahnya. Sementara otoritas China melaporkan 3 orang meninggal dan 265 orang hilang di Gyirong, Tibet.

Bencana terjadi setelah diduga adanya longsoran es dan batu dari gletser Himalaya yang memicu gelombang besar di aliran sungai.

Dampak banjir juga dirasakan wisatawan. Pejabat Nepal menyebut 403 orang hilang, dengan rincian 341 warga negara asing dan 62 warga lokal.

Para wisatawan yang hilang berasal dari India, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Kanada, Malaysia, Korea Selatan, dan negara lain.

Sebanyak 133 warga India dilaporkan hilang saat dalam perjalanan ziarah menuju Gunung Kailash di Tibet. Sementara puluhan warga Nepal dilaporkan hilang dalam perjalanan ke Danau Gosaikunda.

Banjir merusak permukiman dan infrastruktur di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Sedikitnya 19 jembatan rusak atau tersapu. Sekitar 40 kilometer ruas jalan juga terputus.

Rumah warga, kendaraan, pusat perdagangan, hingga proyek pembangkit listrik tenaga air tersapu atau tertimbun lumpur.

Banjir mulai menerjang Bhotekoshi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Pemerintah Nepal mengimbau warga di bantaran Sungai Trishuli, Bhotekoshi, dan Narayani untuk segera mengungsi karena ancaman banjir susulan.

Penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Namun International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) menyebut banjir kemungkinan dipicu longsoran es dan batu yang menyumbat Sungai Lhende Khola. Bendungan alami itu jebol dan melepas air dalam volume besar ke hilir.

Data hidrologi menunjukkan permukaan air Sungai Trishuli naik hingga 9 meter hanya dalam 30 menit. Kenaikan cepat itu membuat warga tidak punya waktu untuk menyelamatkan diri.

Tentara, polisi, dan tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban. Upaya terhambat karena jalan dan jembatan putus, komunikasi terganggu, dan sejumlah wilayah masih tertutup lumpur tebal.

Pemerintah Nepal meminta bantuan India dan China. Sejumlah badan PBB juga mulai menyiapkan bantuan kemanusiaan.

Para ilmuwan memperingatkan kawasan Hindu Kush-Himalaya semakin rentan terhadap banjir bandang akibat pencairan gletser yang dipercepat pemanasan global. Wilayah terdampak bahkan pernah mengalami bencana serupa pada 2025 yang menewaskan 9 orang.

Proses pencarian masih berlangsung sehingga jumlah korban diperkirakan dapat bertambah. (Bambang/Berita Inspira)

Absen Lawan Manila Digger, Uilliam Baros Akan Tetap Dukung Persib Dari Tribun Penonton

BANDUNG INSPIRA-Uilliam Barros Perreira, dipastikan tidak dapat memperkuat persib saat menghadapi Manila Digger pada babak pendahuluan AFC Champions…

editor 26 Agu 2026

Pemkot Bandung Mulai Bongkar Kios Cicaheum, Pastikan Kompensasi dan Skema KUR Untuk Para Pedagang

BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan pembongkaran kios pedagang di Terminal Cicaheum sejak Senin (24/8/2026). Pemkot…

editor 26 Agu 2026

115 Pedagang Terminal Cicaheum Terdampak Pembangunan Depo BRT, Terima Kompensasi Rp7 Juta – Rp14 Juta

BANDUNG INSPIRA – Pembangunan depo bus rapid transit (BRT) di Terminal Cicaheum, Kota Bandung berdampak pada 115 pedagang….

editor 26 Agu 2026