BANDUNG INSPIRA – Botol air minum yang terbuat dari plastik memang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan karena dinilai sangat praktis dan tahan lama. Karena secara fisik terlihat bagus, biasanya masyarakat menggunakannya sebagai wadah air minum kembali.
Tapi benarkah aman menggunakan ulang botol air minum kemasan? Jika memang aman, seberapa sering penggunaan berulang yang dianggap aman?
Ada banyak orang menganggapnya aman, dan ada juga yang tidak. Beberapa orang menganggap bahwa botol air kemasan hanya untuk sekali pakai.
Ini penjelasan mengapa tidak aman atau tidak baik menggunakan botol kemasan untuk isi ulang.
Apakah kamu pernah mengisi ulang botol air minum kemasan sendiri? Jika iya, sebaiknya lebih teliti lagi sebelum melakukannya. Perhatikan lebih dulu kode yang ada di botol kemasan tersebut.
Botol air minum dalam kemasan yang diperuntukkan untuk sekali pakai memiliki kode jenis plastik yaitu angka 1 dalam segitiga.
Kadang ada tulisan PET dan PETE juga. Jika menemukan kode ini, sebaiknya tidak melakukan pengisian ulang lagi.
Kemasan Plastik Sekali Pakai
Mengapa kemasan plastik sekali pakai dalam bentuk botol banyak digunakan oleh produsen minuman?
– Botol plastik sangat ringan sehingga memudahkan distribusi dan memudahkan konsumen untuk membawanya kemana-mana.
– Botol plastik yang transparan memudahkan konsumen melihat isi dari botol tersebut.
– Harga botol plastik murah sehingga tidak terlalu mempengaruhi keseluruhan harga produk minumannya.
– Botol plastik tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan tema desain produk minumannya.
– Merk produk minuman mudah ditempelkan pada botol plastik.
Kode Botol Air Minum Sekali Pakai
Kode kemasan plastik yang ada saat ini dibuat oleh The Society of the Plastic Industry pada tahun 1988, yang kemudian berubah menjadi the Plastic Industry Association di Amerika Serikat. Standarisasi kemasan plastik itu sekarang dikelola oleh ASTM Internasional dengan nama Resin Identification Coding System (RIC). Informasi tersebut terdapat di laman www.astm.org.
Botol air minum dalam kemasan yang diperuntukkan untuk sekali pakai memiliki kode jenis plastik yaitu nomor 1 dalam segitiga yang kadang diikuti dengan huruf PET atau PETE. PET atau PETE adalah polyethylene terephthlate yang merupakan bahan dasar dari pembuatan kemasan tersebut.
Penggunaan berulang pada botol ini bisa mengakibatkan bahaya kontaminasi logam berat antimoni trioksida yang digunakan sewaktu pembuatannya.
Pengisian dengan air hangat atau panas juga bisa mengakibatkan keluarnya zat karsinogenik yang merupakan penyabab kanker.
Bahaya Air Isi Ulang pada Botol Air Minum Kemasan
Ya, menggunakan botol plastik sekali pakai untuk berulang-ulang itu sangatlah bahaya. Khususnya untuk plastik dengan lambang angka 1 dan 7. Untuk mengetahui apa saja bahayanya, kamu bisa melihatnya di bawah ini:
1. Dapat Terkontaminasi dengan Bahan Kimia Berbahaya dari Botol
Perlu diketahui bahwa plastik sekali pakai ini jika digunakan berulang-ulang akan menyebabkan penyakit. Hal ini dikarenakan bahan kimia yang digunakan dalam plastik bisa melebur di dalam air dan sangat berbahaya.
Umumnya, botol plastik akan menggunakan bahan yang namanya BPA atau Bisphenol A. Zat yang satu ini nyatanya dapat menyebabkan penyakit salah satunya kanker payudara. BPA sendiri merupakan suatu estrogen namun dalam bentuk sintetik lemah.
Kendati lemah, BPA bisa meniru kerja estrogen dan mengganggu fungsi asli. Hal ini menyebabkan penghambatan atau malah peningkatan estrogen sehingga kanker payudara pun bisa terjadi.
Hal ini akan semakin meningkat jika Anda menggunakan plastik ini untuk menampung air hangat atau bahkan panas. Bahan monomer sering kali digunakan dalam pembuatan botol minum sekali pakai dan akan menyebabkan berbagai penyakit jika masuk ke dalam tubuh manusia.
Selain itu, biasanya botol plastik menggunakan bahan yang bisa mengeluarkan logam berat namanya antimony. Zat yang satu ini terbukti dapat menyebabkan gangguan jantung, paru-paru, bahkan bisa menyebabkan kanker paru-paru.
2. Telah Terkontaminasi dengan Mikroorganisme Berbahaya
Selain bisa terkontaminasi dengan bahan kimia, botol sekali pakai juga menyebabkan air mudah terkontaminasi dengan mikroorganisme berbahaya. Seperti yang telah ditulis oleh beberapa perusahaan minuman bahwa setelah botol terbuka harus segera dihabiskan.
Artinya, jika botol sudah terbuka dari segel maka kontaminasi mikroorganismenya itu akan semakin tinggi. Nah, jika botol tersebut masih kamu gunakan sebagai botol minum sehari-hari sudah bisa dibayangkan kan berapa banyak mikroorganisme yang masuk?
Plastik yang terbuat dari bahan PET atau Polyethylene Terephthalate itu mudah sekali mengikis. Ya, saat digunakan berkali-kali maka plastik tersebut akan semakin menipis. Alhasil bakteri, kuman, dan mikroorganisme lain bisa masuk dengan sangat mudah.
3. Terkadang bisa Mengubah Rasa, Bau, dan Warna
Karena menggunakan bahan yang sangat mudah terkikis oleh air atau air panas, plastik bisa mempengaruhi rasa, bau, dan juga warna loh. Rasa air menjadi kurang nikmat dan kurang segar karena kontaminasi berbagai jenis bahan kimia berbahaya.
Tak hanya itu saja, air menjadi berbau cukup menyengat karena adanya kikisan bahan kimia tadi. Air menjadi berbau logam dan ini sangat berbahaya untuk diminum oleh kamu apalagi untuk si Kecil
Warna juga bisa berubah karena sudah terkontaminasi dengan plastik yang tidak sehat. Bisa berwarna kuning atau mengikuti warna botol yang kamu gunakan tersebut.
Itu dia bahayanya mengisi ulang botol air minum kemasan yang sekarang marak dijual di pasaran. Ada baiknya jika digunakan untuk berulang-ulang gunakan botol yang berbahan dasar stainless steel atau kaca.
Buang plastik sekali pakai dengan diremuk atau dirusak agar tak digunakan kembali oleh oknum yang tidak bertanggungjawab ya!Seruni/Berita Inspira)**
