Anggaran BBM Terbatas, Truk Sampah Bandung Hanya Beroperasi Sampai November 2026
BANDUNG INSPIRA – Kota Bandung menghadapi persoalan serius dalam pengangkutan sampah. Keterbatasan anggaran bahan bakar membuat operasional truk sampah hanya dipastikan berjalan hingga November 2026.
Dampaknya langsung terasa di lapangan. Pola pengangkutan kini tidak lagi setiap hari. Sampah hanya diangkut Senin hingga Kamis. Akibatnya, terjadi penumpukan di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) setiap akhir pekan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, kebijakan penggunaan BBM solar jenis Dexlite jadi salah satu faktor utama membengkaknya beban anggaran operasional. Harga Dexlite yang jauh lebih tinggi dibanding solar subsidi membuat kemampuan pembiayaan pengangkutan sangat terbatas.
“Dengan kondisi sekarang, anggaran kita hanya cukup untuk pengangkutan sampai bulan November,” kata Farhan, Senin (27/4/2026).
Kondisi anggaran yang ketat memaksa Pemkot menyesuaikan ritme kerja pengangkutan sampah. Truk sampah tidak beroperasi pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.
“Jumat, Sabtu dan Minggu kita terpaksa menumpuk sampah di TPS. Lalu Senin baru diangkut lagi,” ucapnya.
Penumpukan ini dikhawatirkan menimbulkan masalah baru, mulai dari bau menyengat, potensi penyakit, hingga keresahan warga di sekitar TPS. Pemkot mengimbau warga untuk mengurangi produksi sampah rumah tangga selama akhir pekan.
Persoalan anggaran BBM ini datang bersamaan dengan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti pada Desember 2026. TPA yang selama ini menampung sampah Kota Bandung akan berhenti beroperasi, sementara sistem pengelolaan sampah kota masih bergantung pada pola angkut-buang.
Farhan menilai, dua kondisi ini jadi tekanan ganda bagi sistem persampahan Bandung. Namun ia menyebut situasi krisis ini harus jadi momentum mempercepat perubahan ke sistem yang lebih berkelanjutan.
“Kita memang masih menggunakan strategi angkut buang, dan ini kenyataan yang harus kita hadapi bersama,” ujar dia.
Pemkot kini mendorong percepatan program pengurangan sampah dari sumber. Penguatan bank sampah, TPS3R, dan pengolahan sampah organik di tingkat RW/kelurahan jadi prioritas agar volume sampah yang harus diangkut ke TPA berkurang drastis.
Farhan juga membuka opsi realokasi anggaran atau mencari sumber pembiayaan lain agar operasional truk sampah tetap berjalan setelah November. Namun, tanpa perubahan perilaku dan sistem, krisis sampah Bandung diprediksi makin parah saat Sarimukti resmi ditutup akhir tahun ini.(Bambang)**
Foto:Bambang/Berita Inspira


