Lewat Lagu ‘Merbabu’, Arei dan Kemenhut Dorong Ekowisata Serta Jaga Keindahan Alam
BANDUNG INSPIRA – Memiliki komitmen terhadap keselamatan pendaki dan pelestarian alam, sejak aktif di sektor outdoor pada 2005 silam, Arei konsisten mendukung upaya konservasi sekaligus menghadirkan ekosistem pendakian yang lebih aman dan nyaman.Shelter Penyelamat Nyawa di Jalur Pendakian.
CEO Arei Outdoorgear, Bryant Peter Budijanto, mengatakan pihaknya ingin mengembalikan hak para pendaki, terutama dalam hal keselamatan saat beraktivitas di alam bebas. “Meskipun keselamatan tidak dapat dijamin sepenuhnya, berbagai upaya mitigasi terus kami lakukan. Salah satunya melalui pembangunan shelter di jalur pendakian,” ujar Bryant, Selasa (28/4/2026).
Dijelaskannya, Shelter yang dibangun Arei dilengkapi fasilitas P3K serta didukung ranger setempat yang siaga dalam kondisi darurat. Efektivitas shelter ini terbukti saat badai melanda Gunung Merbabu. Ratusan pendaki berhasil dievakuasi dan selamat berkat keberadaan shelter tersebut.
“Peristiwa itu jadi bukti nyata pentingnya infrastruktur keselamatan di kawasan pendakian. Seluruh pendaki yang terdampak di Merbabu berhasil selamat,” tegas Bryant seraya menambahkan, ke depan, Arei akan memperluas dukungan program serupa melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan.
Sejalan dengan itu, pihaknya menyambut baik sebuah mahakarya dari Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan RI, Dwi Januanto Nugroho yang membuat lirik untuk lagu ‘Merbabu’.
Dwi mengatakan kolaborasi ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk musisi dan pegiat alam. Menurutnya, lagu ini tidak hanya bertujuan sebagai sarana promosi, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada masyarakat.
“Ini adalah kerja bersama dengan para sahabat musisi untuk menyampaikan bahwa pendakian bukan sekadar aktivitas wisata, tetapi juga upaya merawat alam serta perjalanan batin kembali ke alam,” ujar Dwi usai peluncuran lagu Merbabu di Arei Flagship Store Cihampelas.
Menurutnya, pengelolaan pendakian di Gunung Merbabu kini terus dibenahi dengan pendekatan ekowisata, di antaranya melalui penerapan kuota pendaki serta penertiban jalur-jalur ilegal. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat agar pendaki memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab menjaga lingkungan.
“Kami terus mendorong edukasi bahwa setiap pendaki memiliki kewajiban menjaga alam. Upaya bersih-bersih sampah juga sudah dilakukan, dan ke depan akan terus ditingkatkan,” katanya.
Dwi juga mengungkapkan bahwa pihaknya aktif berdiskusi dengan berbagai komunitas, termasuk pengelola kawasan Merbabu, guna meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pendakian. Selain itu, pengalaman langsung di berbagai gunung seperti Gunung Kerinci turut menjadi inspirasi dalam proses kreatif lagu tersebut.
Sementara itu, mantan vokalis band Naff, Rusyaedi Makmun atau yang akrab disapa Ady, mengaku mendapatkan pengalaman emosional mendalam saat menyanyikan lagu “Merbabu”. Ia bahkan terinspirasi setelah merasakan langsung pendakian di sejumlah gunung di Indonesia.
“Awalnya saya merasa kaku, tetapi setelah diajak mendaki, saya mulai memahami keindahan alam. Gunung itu seperti ‘kekasih’ para pendaki. Saya bahkan sempat menangis di atas karena merasakan perjuangan dan keindahan sekaligus,” ungkapnya.
Ady menambahkan, meskipun memiliki ketakutan terhadap ketinggian, ia berhasil mencapai puncak dan merasakan makna baru tentang hubungan manusia dengan alam. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk total dalam menggarap lagu “Merbabu”. “Saya mengeluarkan seluruh energi dan kemampuan saya. Kali ini saya sangat puas dengan hasil aransemennya,” tandasnya. (Tri/Berita Inspira)**
Foto: Tri/Inspira


