Cegah Bunuh Diri Di Jembatan Pasoepati, Farhan Kerahkan Forkopimcam Berpatroli
BANDUNG INSPIRA – Walikota Bandung, Muhammad Farhan Menanggapi serius permasalahan gangguan kejiwaan di kalangan warga, terutama setelah meningkatnya kasus bunuh diri di Jembatan Pasupati. “Ngeri hampir setiap Minggu terjadi percobaan bunuh diri di jembatan pasopati”katanya.
Farhan mengintruksikan, Forkopimcam Bandung Wetan untuk melakukan patroli setiap hari guna mencegah kejadian tersebut, namun dia juga menyadari bahwa penanganan masalah sejak dini sangatlah penting.
Survei menunjukkan bahwa sekitar 75 ribu anak sekolah di Kota Bandung mengalami stres ringan hingga depresi berat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung menunggu program dari Kementerian Kesehatan untuk menempatkan psikolog klinis di puskesmas, sehingga layanan psikologis dapat diberikan kepada warga.
“Masalah gangguan kejiwaan di warga Kota Bandung harus kita tangani bersama-sama,” kata Farhan.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan untuk memasang CCTV dan alat pengaman di Jembatan Pasupati untuk mencegah kejadian bunuh diri.
“Layanan psikologis di puskesmas akan dimulai dari beberapa puskesmas dulu, karena jumlah psikolog klinis masih terbatas”Tambah dia.
Pemerintah juga berencana untuk melatih guru BK agar dapat mengidentifikasi murid-murid yang mengalami gangguan psikologis.
“Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat mengurangi kasus bunuh diri dan meningkatkan kualitas hidup warga”Tandasnya.(Bambang)
Foto:Bambang/inspira


