Sampah Hanya Bisa Diselesaikan dengan Perubahan Pola Pikir
BANDUNG INSPIRA – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan pengangkutan dan pembayaran retribusi. Ia menyatakan bahwa sampah tidak boleh dianggap selesai hanya karena telah diangkut dari depan rumah, karena itu tidak menghilangkan tanggung jawab sosial masyarakat.
Farhan mengungkapkan bahwa Kota Bandung saat ini berstatus sebagai kota binaan Pemerintah Pusat dalam penanganan sampah, dan telah ditetapkan dalam kondisi darurat sampah sejak 14 Januari. Oleh karena itu, Pemkot Bandung menghadirkan program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah) untuk membangkitkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.
“Persoalan sampah akan diselesaikan ketika kita mengubah pola pikir dari sekadar membayar agar hilang dari pandangan, menjadi bertanggung jawab sejak dari rumah,” ujar Farhan. Ia juga menekankan pentingnya peran, ajaran agama, dan masjid dalam membentuk perilaku masyarakat.
Farhan mengajak masjid menjadi titik awal gerakan kebersihan, tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga bersih dalam perilaku pengelolaan sampah. “Kita adalah bagian dari komunitas besar bernama Kota Bandung, dari masjid ini kita mulai perubahan perilaku itu,” katanya. (Bambang)**
Foto:Bambang/inspira


