Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Timur Tengah Siaga Perang!
BANDUNG INSPIRA – Timur Tengah memasuki babak paling genting setelah laporan wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).Ali Khamenei tewas dalam Operasi yang disebut “Operation Lion’s Roar” yang menyasar fasilitas strategis Iran, termasuk pusat komando dan instalasi pertahanan.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati gugurnya pimpinan tertinggi mereka. sementara itu, elite politik dan militer menyebut peristiwa ini sebagai “agresi langsung” yang tidak bisa dibiarkan tanpa balasan. IRGC telah mengeluarkan pernyataan tegas bahwa mereka tengah menyiapkan “operasi balasan terbesar dalam sejarah Republik Islam”.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei memicu spekulasi luas bahwa konflik yang semula terbatas kini berpotensi berubah menjadi perang terbuka berskala besar antara Teheran dan blok yang dipimpin Washington-Tel Aviv.
Para analis menilai bahwa serangan terhadap figur setingkat pemimpin tertinggi negara hampir selalu dipersepsikan sebagai deklarasi perang, sehingga ruang diplomasi menjadi semakin sempit.
Kantor berita resmi Iran IRNA menyebutkan, Keluarga Khamenei Turut Jadi Korban dalam serangan AS-Israel itu. putri Khamenei, menantunya, serta seorang cucunya turut tewas dalam serangan tersebut.
Kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), juga memberitakan bahwa salah satu menantu perempuan Khamenei tewas.
Sedangkan di pihak militer, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mohammad Pakpour, serta sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani, juga tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Iran.(Bambang)**
Foto:istimewa


