BANDUNG INSPIRA – Teka-teki jenazah tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu akhirnya terjawab. Korban dipastikan bernama Surakman alias Sukarman (60), ABK kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang bersama 5 jurnalis di Selat Sunda.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, hasil identifikasi diperoleh dari pemeriksaan DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayan,” ujar Hengki dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/9/2026).
Kasus ini bermula saat KM Arupadatu I yang membawa 8 orang — 5 jurnalis dan 3 kru — hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan Carita, Pandeglang, Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB. Mereka hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama 10 hari. Pada hari kelima, Sabtu (12/9), polisi menemukan jenazah pria di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu.
Jenazah kemudian dievakuasi dengan pesawat Cessna ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk identifikasi lebih lanjut.
Untuk memastikan identitas, Bidang Dokkes Polda Banten mengirimkan data antemortem dan postmortem dari keluarga 8 korban.
“Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA,” jelasnya.
Setelah teridentifikasi, jenazah Sukarman akan segera dipulangkan ke keluarga di Pandeglang.
“Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” tutupnya.(Bambang/Berita Inspira)
