Berita

Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda

Oleh editor 14 September 2026 3 menit baca

INSPIRA BANDUNG-Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan seni dan budaya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bandung.

Hal itu ditunjukkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri Grand Final Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan Kota Bandung, Senin 14 September 2026.

Kegiatan yang memadukan seni tradisional Sunda dengan kampanye antinarkoba tersebut menjadi ruang edukasi kreatif bagi pelajar dan masyarakat untuk menyuarakan penolakan terhadap narkoba melalui seni kawih sinom.

Farhan mengapresiasi inisiatif Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono yang dinilainya berhasil menghadirkan pendekatan berbeda dalam upaya pencegahan narkoba.

“Saya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh Kepala BNN Provinsi. Beliau juga ternyata seorang seniman. Saya insyaallah izin untuk mempelajarinya. Kami akan membawa ini ke Dinas Pendidikan Kota Bandung agar bisa dijadikan sebagai muatan lokal,” ujar Farhan.

Menurutnya, pendekatan budaya menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sejak dini. Terlebih, pelajar di Kota Bandung selama ini memiliki tradisi kuat dalam mengikuti berbagai pasanggiri dan kompetisi seni budaya Sunda.

Farhan mengatakan sekolah-sekolah di Kota Bandung, baik tingkat SD maupun SMP, aktif mengikuti berbagai lomba pasanggiri hingga tingkat Jawa Barat. Karena itu, konsep edukasi antinarkoba melalui kawih sinom dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan di lingkungan pendidikan.

“Insyaallah mudah-mudahan ini bisa kita jadikan sebagai bagian dari muatan lokal di sekolah masing-masing,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti peran keluarga dan sekolah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Langkah pencegahan harus dimulai dengan mengelola dua faktor utama yang kerap mendorong anak muda mencoba hal-hal berisiko, yakni rasa ingin tahu dan tekanan pergaulan atau fear of missing out (FOMO).

“Hal pertama yang mesti dilakukan dalam menanggapi masalah ini di kerangka pencegahan dini adalah bagaimana kita bisa mengendalikan rasa ingin tahu para remaja. Nomor dua, peer pressure atau tidak mau ketinggalan dengan orang lain. Jadi ada dua, rasa ingin tahu dan FOMO,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, kedua faktor tersebut sebenarnya dapat menjadi potensi positif apabila diarahkan pada hal-hal yang membangun, seperti prestasi dan pengembangan diri. Namun, tanpa pengawasan yang baik, rasa ingin tahu dan FOMO juga dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.

“Para orang tua di keluarga terutama itu jadi gerbang pertama untuk bisa mengendalikan rasa ingin tahu dan juga FOMO dari anak-anak kita,” tuturnya.

Ia mencontohkan, rasa ingin tahu sering kali muncul karena ajakan atau pengaruh lingkungan pergaulan. Sedangkan FOMO membuat sebagian remaja takut dianggap berbeda ketika menolak ajakan negatif dari teman sebayanya.

“Ketika FOMO nanti kan enggak enak dibilangin, ‘Ah payah lu enggak ngerokok, ah payah lu enggak pakai’. Nah itu yang harus dikelola dengan sangat baik, baik oleh keluarga maupun oleh sekolah. Itu tantangan terbesarnya,” kata Farhan.

Ajang yang berlangsung secara daring sejak 10 hingga 31 Agustus 2026 tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sebanyak 182 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat turut ambil bagian dan mengikuti proses seleksi hingga terpilih finalis terbaik yang tampil pada babak grand final.

Selain memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar, pemuda, dan masyarakat untuk menyampaikan pesan antinarkoba melalui kreativitas seni tradisional.

Pada akhir acara, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyerahkan langsung piala dan hadiah kepada para pemenang. Untuk kategori pelajar, juara pertama diraih Muhammad Rafi Putra Pangestu, disusul Asep Tatang Hidayat (peringkat kedua) dan Griselda Martatila Putri (peringkat ketiga).

Sementara pada kategori umum, Wendy Widya Rahayu berhasil meraih juara pertama, diikuti Eva Purnama Dewi (peringkat) kedua dan Destiana Erlinda Dewi (peringkat ketiga). (Bambang/Berita Inspira )**

Bupati Nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang Divonis 6 Tahun, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp11,4 Miliar

BANDUNG INSPIRA – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Bandung memvonis Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang dengan…

editor 14 Sep 2026

Bersama Dorong Industri Sepatu Bandung Terbang Ke Mancanegara

BANDUNG INSPIRA- Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan sektor manufaktur dan industri kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan…

editor 14 Sep 2026

Viral Disebut Tinggal di Makam Pandu, Pasutri Bandung Klarifikasi: Kami Punya Rumah di Cicendo!

BANDUNG INSPIRA – Sebuah video yang memperlihatkan pasangan suami istri tinggal di area TPU Kristen Pandu viral di…

editor 14 Sep 2026