BANDUNG INSPIRA – Sebuah video yang memperlihatkan pasangan suami istri tinggal di area TPU Kristen Pandu viral di media sosial. Bangunan semi permanen ukuran 8 x 1,5 meter dengan atap seng disebut-sebut sebagai tempat tinggal mereka.
Namun klarifikasi datang langsung dari yang bersangkutan dan pihak pengelola TPU.
Pasutri tersebut adalah Dadang Mulyo, 60, dan Yanti Kurnianti, 47. Yanti membantah kabar bahwa keluarganya menetap di makam.
“Sehari-hari saya tinggal di rumah. Kami punya rumah sendiri di Jalan Terusan Durasana, Pamoyanan, Cicendo. Saya ke sini hanya tiap hari, tidak tinggal menetap,” ujar Yanti di TPU Kristen Pandu, Senin 14/9/2026.
Menurut Yanti, bangunan di makam itu hanya digunakan untuk menyimpan peralatan kerja suaminya. Dadang bekerja sebagai tukang yang merawat makam berdasarkan amanah dari ahli waris.
“Saya cuma nganterin nasi kalau ke sini. Bapak juga tinggalnya di rumah bersama saya dan anak,” katanya.
Kepala UPT TPU Kristen Pandu, Saiful Iman, membenarkan bangunan tersebut sudah dibongkar dan kini kondisi tanah sudah rata.
Ia menjelaskan, bangunan itu memang dipakai untuk menyimpan semen, alat, dan bahan material. Tujuannya agar tidak hilang.
“Beliau sehari-hari membersihkan makam. Di sela kerja kadang istirahat di situ sambil menjaga alat. Tapi secara permanen tidak tinggal di sini,” kata Saiful.
Soal sumur yang ada di lokasi, Saiful menegaskan fungsinya untuk menyiram tanaman di area makam, bukan untuk kebutuhan sehari-hari Dadang. Untuk air bersih, Dadang mengambil dari sumber artesis warga Pamoyanan.(Bambang/Berita Inspira)
