BANDUNG INSPIRA – Ketua Komite SDN 026 Bojongloa, Lina Herlina menyoroti adanya pengurangan jam pelajaran setelah seluruh murid terdampak sengketa lahan direlokasi ke SDN 148 Cibaduyut.
Lina mengatakan, pihaknya menerima kebijakan relokasi tersebut. Pihak SDN 148 Cibaduyut juga telah menerima para siswa dengan baik.
“Jadi kita baik-baik saja, nyaman-nyaman saja. Cuma mungkin sisi negatifnya, jam belajarnya jadi berkurang, itu saja yang menjadi keberatan,” ujar Lina, Selasa 8 September 2026.
Menurut Lina, pengurangan jam belajar terjadi karena penerapan kurikulum emergency selama menunggu sekolah baru selesai dibangun.
Penjelasan tersebut sudah disampaikan Dinas Pendidikan Kota Bandung.
“Jadi selama sekolah baru belum selesai, mungkin sistem pembelajarannya akan terus berlangsung seperti yang sudah berjalan saat ini. Mau enggak mau kita mengikuti saja, mungkin pihak sekolah juga mengikuti kebijakan dari Disdik,” katanya.
Lina menyebut kelas 6 menjadi yang paling terdampak karena harus menghadapi Tes Kemampuan Akademik – TKA. Sementara durasi Kegiatan Belajar Mengajar – KBM berkurang dan belum mencapai target.
“Mungkin harus ada pembicaraan tersendiri supaya KBM-nya benar-benar bisa maksimal. Nanti mungkin kepala sekolah dan guru-guru akan membicarakan hal ini supaya anak-anak tetap bisa belajar maksimal dan tidak kekurangan waktu,” ucap Lina.
Sebelumnya, KBM kelas 6 berlangsung pukul 07.00 – 12.00 WIB dengan durasi efektif sekitar 4 jam, dipotong istirahat 45 menit.
Kini di SDN 148 Cibaduyut, siswa SDN 026 Bojongloa masuk shift siang. Ada yang belajar pukul 13.00 – 15.00 WIB, dan ada yang pukul 15.00 – 17.00 WIB.
“Jadi otomatis waktunya sedikit. Belum terpotong MBG, kemudian salat. Makanya anak-anak juga tidak ada jam istirahat karena kita benar-benar mengefisiensikan waktu belajar,” katanya.
Untuk kelas 1 dan 2, Lina menilai pengurangan jam tidak terlalu berpengaruh. Dengan waktu belajar efektif sekitar 3 jam, target materi masih bisa terpenuhi.
“Kalau untuk kelas bawah, kelas 1 dan 2, mungkin belajar efektifnya sekitar tiga jam, jadi tidak terlalu banyak. Kalau kita kelas atas, materinya sudah banyak, otomatis waktu yang dibutuhkan juga banyak,” ujar Lina.(Bambang/Berita Inspira)
