Berita

Kualitas Udara Bandung Masih Tidak Sehat, Pengaruh Sisa Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau

Oleh editor 8 September 2026 2 menit baca

BANDUNG INSPIRA – Kualitas udara Kota Bandung masih berada di kategori tidak sehat pada Selasa, 8 September 2026. Tingginya konsentrasi partikel PM2,5 akibat sisa sebaran abu vulkanik menjadi penyebab utama, meski Bandara Internasional Husein Sastranegara sudah kembali beroperasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kondisi udara saat ini masih dipengaruhi kejadian sehari sebelumnya. Dari seluruh parameter yang diukur, PM2,5 menunjukkan angka paling tinggi.

“PM2,5 menunjukkan keberadaan partikel mikro. Dalam kondisi saat ini, partikelnya kemungkinan berasal dari sisa abu vulkanik,” jelas Farhan.

Menurut Farhan, persoalan kualitas udara saat ini lebih dominan pada partikel mikro. Sementara parameter lain seperti karbon monoksida – CO, nitrogen dioksida – NO2, sulfur dioksida – SO2, ozon – O3, dan hidrokarbon – HC masih berada di level rendah.

“Kalau melihat PM2,5, partikelnya cukup besar dan kemungkinan berasal dari abu vulkanik. Sementara parameter yang berkaitan dengan kendaraan maupun sumber polusi lainnya masih berada dalam kondisi rendah,” tuturnya.

Kondisi ini membuat warga diminta tetap waspada, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Di tengah kondisi udara yang belum pulih, Bandara Husein Sastranegara telah dinyatakan kembali terbuka untuk penerbangan pada Selasa 8 September 2026.

“Alhamdulillah, Bandara Husein Sastranegara hari ini sudah dinyatakan kembali terbuka bagi penerbangan,” kata Farhan.

Secara visual abu vulkanik sudah tidak terlihat di permukaan Kota Bandung. Bahkan hingga ketinggian 10.000 meter tidak ditemukan abu.

Namun AirNav Indonesia masih mengeluarkan notifikasi sekitar pukul 04.00 WIB agar pilot tetap berhati-hati saat kedatangan dan keberangkatan karena masih ada potensi awan abu vulkanik di wilayah Flight Information Region – FIR.

Farhan juga menyebut konsep ekosistem penerbangan Cengkareng, Halim, Husein, dan Kertajati terbukti berguna saat gangguan terjadi. Sejumlah penerbangan kemarin dialihkan ke Bandara Kertajati sebagai bandara cadangan.

“Artinya, konsep yang sejak awal kami bahas mengenai ekosistem industri penerbangan Cengkareng, Halim, Husein dan Kertajati terbukti sangat berguna,” ucapnya.(Bambang/Berita Inspira)

Farhan Kawal Langsung Relokasi Murid SDN 026 Bojongloa ke SDN 148 Cibaduyut

BANDUNG INSPIRA- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengawal langsung proses relokasi murid SDN 026 Bojongloa ke SDN 148…

editor 8 Sep 2026

945 Siswa SDN 026 Bojongloa Resmi Relokasi, Pemindahan Akan Dimulai Siang ini

BANDUNG INSPIRA- Pemerintah Kota Bandung resmi memulai relokasi 945 siswa SDN 026 Bojongloa. Mulai Selasa 8 September 2026,…

editor 8 Sep 2026

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Penerbangan Pulih Usai Terpapar Abu Vulkanik

BANDUNG INSPIRA – Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung kembali melayani penerbangan setelah sebelumnya sempat ditutup sementara akibat sebaran…

editor 8 Sep 2026