BANDUNG INSPIRA– Dinas Kesehatan Kota Bandung mengingatkan masyarakat mewaspadai gangguan kesehatan akibat cuaca panas dan udara kering. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan seperti batuk dan pilek.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit – P2P Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih mengatakan keluhan batuk dan pilek menjadi yang paling banyak ditemui di Puskesmas saat cuaca panas.
“Kalau untuk keluhan di cuaca panas seperti ini, kebanyakan memang di saluran pernapasan seperti batuk dan pilek. Kenapa bisa terjadi? Karena udara panas cenderung kering, sehingga selaput lendir hidung menjadi kering dan lebih rentan terhadap debu maupun kuman,” ujar Dadan, Kamis (3/9/2026).
Menurut Dadan, batuk pilek yang tidak ditangani dengan baik berpotensi berkembang menjadi Infeksi Saluran Pernapasan Akut – ISPA.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami batuk pilek berkelanjutan segera memeriksakan diri ke tenaga medis, terutama jika tidak membaik setelah istirahat.
“Kalau batuk pileknya berkelanjutan, misalnya sehari diistirahatkan tapi tidak ada perbaikan, sebaiknya segera menemui tenaga medis, baik itu ke Puskesmas, dokter praktik, maupun klinik,” katanya.
Dadan menegaskan masyarakat tidak boleh menunda pemeriksaan jika keluhan terus berlangsung.
“Jangan dibiarkan berlama-lama. Kadang batuk itu hanya karena kelelahan dan akan membaik setelah istirahat. Tapi kalau tidak berkurang dalam 1–2 hari, jangan ditunda hingga tiga hari, sebaiknya langsung diperiksa dan diobati,” tandasnya.
Dinkes meminta warga menjaga daya tahan tubuh, cukup istirahat, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan debu.(Bambang/Berita Inspira)
