BANDUNG INSPIRA – Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung – DPKP menargetkan penataan sejumlah taman kota selesai pada Desember 2026. Revitalisasi ini mencakup taman besar hingga taman RW dan taman kota kecil.
Kepala DPKP Kota Bandung, Luthfi Firdaus mengatakan, tahun ini ada 4 taman besar yang menjadi prioritas penataan.
“Yang pertama ada Taman Bugar di Jalan Teuku Umar. Kemudian ada perbaikan juga di Taman Lansia. Lalu penataan di Taman Gasmin dan sebagian kawasan Taman Tegalega, terutama koridor yang berkaitan dengan penyesuaian BRT,” ujarnya.
Untuk konstruksi ditargetkan mulai bulan depan. “Targetnya nanti Desember, mudah-mudahan semuanya bisa selesai,” kata Luthfi.
Selain taman besar, DPKP juga akan melakukan pemeliharaan terhadap 20 sampai 25 taman RW dan taman kota kecil lainnya.
“Kalau yang besar ada beberapa lainnya. Kemudian ada beberapa taman RW dan taman kota yang kecil,” jelas Luthfi. Untuk Taman Pers di Jalan Malabar, pihaknya masih akan mengecek datanya terlebih dahulu.
Secara keseluruhan, dari sekitar 700 taman di Kota Bandung, sekitar 300 taman berada di bawah kewenangan Kota Bandung. Sisanya dikelola oleh masyarakat atau pihak lain. Dari 300 taman tersebut, 25 di antaranya merupakan taman tematik.
“Pemeliharaan dan revitalisasi dilakukan secara bergilir setiap tahun, disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran,” tambahnya.
Terkait konsep pagar tinggi di beberapa taman tematik seperti Taman Lansia dan Alun-Alun, Luthfi menjelaskan hal itu dilakukan untuk mengendalikan keamanan.
“Kita masih punya permasalahan terkait vandalisme, kemudian masalah keamanan dan ketertiban. Apalagi kemarin di Taman Lansia ada konsentrasi massa terkait aksi demonstrasi tahun lalu dan tahun ini. Kita melakukan banyak perbaikan karena ada kerusakan taman,” ungkapnya.
Karena itu, DPKP menerapkan pola _one way gate_ agar lebih mudah dikendalikan. Isu lain yang jadi perhatian adalah keberadaan tunawisma, seperti yang masih ditemukan di Taman Maluku.
Soal estetika, Luthfi memastikan kenyamanan warga tetap jadi prioritas. “Saya pikir warga yang masuk ke taman bisa lebih nyaman. Seperti Alun-Alun, ketika berada di dalam landscape-nya tetap lapang dan nyaman, walaupun bagian luarnya dipagari tinggi,” katanya.
Tahun ini perbaikan pagar juga akan dilakukan di Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi – Baksil yang sebagian bagiannya sudah rapuh.
Berikut data anggaran penataan dan pemeliharaan taman 2026:
– *Pembangunan Taman Bugar*: Rp3,1 miliar
– *Penataan Taman Tegalega*: Rp2,5 miliar
– *Penataan Taman Gasmin*: Rp2,5 miliar
– *Penataan Taman Hutan Kota Baksil Tahap II*: Rp2 miliar
– *Penataan Taman Lansia Tahap II*: Rp1,5 miliar
– *Pemeliharaan Taman Lapang Supratman*: Rp399 juta
– *Penataan Taman Kandaga Puspa*: Rp289 juta
Luthfi mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas taman. “Taman adalah ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat Bandung secara gratis. Kita punya kewajiban untuk menjaga bersama-sama, terutama kebersihan dan jangan melakukan vandalisme,” pungkasnya.(Bambang/Berita Inspira)
