Berita

Komunitas “Main Padel Aja Dulu” Kampanyekan Gerakan 1 Menit Bebas Obesitas

Oleh editor 27 Agustus 2026 3 menit baca

BANDUNG INSPIRA-Angka prevalensi obesitas di Kota Bandung mencapai sekitar 40 persen, dan sebagian besar terjadi pada kalangan remaja. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan data nasional dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, yang mencatat prevalensi obesitas pada orang dewasa di Indonesia sebesar 21,8 persen — meningkat signifikan dari 14,8 persen pada Riskesdas 2013 dan 10,5 persen pada Riskesdas 2007. 

Riskesdas 2018 juga mencatat prevalensi obesitas sentral (lingkar perut berlebih) meningkat menjadi 31 persen, dari sebelumnya 26,6 persen pada 2013.Yang lebih mengkhawatirkan, tren peningkatan obesitas menurut Riskesdas 2018 justru 

banyak terjadi pada kelompok usia muda.

Data tersebut mencatat prevalensi obesitas pada remaja usia 13–15 tahun sebesar 4,8 persen, sementara proporsi berat badan berlebih pada usia 15–18 tahun melonjak dari 18,8 persen (2007) menjadi 26,6 persen (2013) dan 31,0 persen (2018). 

Kondisi di Kota Bandung yang menunjukkan obesitas lebih banyak terjadi pada remaja dibanding kelompok usia 40 tahun ke atas sejalan dengan tren nasional ini, dan menegaskan bahwa masalah obesitas kini bergeser menjadi persoalan generasi muda, bukan lagi semata persoalan usia dewasa/lansia. ujar dokter antiaging dan Pengamat Obesitas sekaligus founder Komunitas Main Padel Aja Dulu dr. Ni Kadek Ayu Pramulita, MMRS., MH.Kes atau yang kerap disapa Doc Ay di Ulin Padel By Ahadiat, Kamis 27 Agustus 2026.

Tidak hanya mengganggu kesehatan, kondisi ini juga bisa menimbulkan bullying. Untuk itulah, Komunitas Mulai Padel Aja Dulu mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh lewat gerakan bertajuk “1 Menit Bebas Obesitas”.

Dilihat dari tren saat ini, kata Doc Ay, obesitas bisa terjadi karena perubahan pola hidup. Sejak pandemi Covid-19, banyak warga yang malas gerak (mager). Selain itu juga perubahan pola makan yang tadinya banyak mengonsumsi real food, sekarang fast food atau makanan yang banyak mengandung gula dan tepung.

 Kemudian juga, lanjutnya, kesadaran orang untuk bergerak cukup sedikit mengingat segala hal saat ini bisa dilakukan di rumah. Untuk itulah, Komunitas Mulai Padel Aja Dulu mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan tubuh lewat gerakan bertajuk “1 Menit Bebas Obesitas” “Bukan berarti dengan 1 menit kita bisa bebas obesitas, dari gemuk langsung kurus. 

Tapi dengan kita punya waktu satu menit aja, kita bisa mengubah pola hidup kita dan 

keputusan kita untuk lebih baik lagi, sehingga kita bebas obesitas,” ungkapnya. Salah satu kegiatan yang bisa membantu menurunkan berat badan adalah olahraga padel.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh sari olahraga padel, seperti endurance (daya tahan), strenght (kekuatan) di mana raket yang dipegang sudah lebih dari 100 gram, sehingga saat latihan seperti melakukan angkat beban meski tidak sama dengan kegiatan di Gym.

Kemudian agility (kelincahan) karena saat bermain sering bergerak berpindah pindah dan awarness dengan kedatangan serta perpindahan bola dan lainnya. Padel pun, ungkap Doc Ay bersifat olahraga yang meningkatkan hormon bahagia. Saat latihannya, padel berkelompok dan berkumpul dalam sebuah komunitas sehingga orang bisa keluar dari 

kehidupan yang berdiam diri di rumah sehingga kemungkinan untuk depresi dan memicu obesitas semakin rendah.

“Intinya asal konsisten sesuai ajuran, satu minggu minimal 3 kali (latihan, red) itu sudah bisa menurunkan 20 persen dalam waktu 3 bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, H. Hendy Maulana Y,ST., M.AP yang membuka acara latihan Komunitas Main Padel Aja Dulu mengatakan, Kota Bandung menjadi barometer perkembangan olahraga padel. Tempat latihan padel di Kota Bandung pun kini cukup banyak, lebih dari.50. “Hal ini mendorong masyarakat untuk ikut berlatih padel. Saya pun sudah beberapa kali mencoba karena basicnya untuk padel mereka yang sudah terbiasa memegang raket baik bulutangkis, tenis dan lainnya,” ungkap Hendy. 

Dikatakannya, olahraga padel ini sudah masuk PON. Diharapkan, padel dari bisa menjadi salah satu cabor yang bisa menyumbang emas di PON.(Bambang/Berita Inspira)

143 Ribu Warga Bandung Terima Bantuan Beras, Penyaluran Digelar Serentak di 30 Kecamatan

BANDUNG INSPIRA – Sebanyak sekitar 143.000 warga Kota Bandung menjadi penerima manfaat program Bantuan Pangan Pemerintah periode Juli–September…

editor 27 Agu 2026

Husein Sastranegara Jadi Etalase Baru Kota Bandung

BANDUNG INSPIRA– Aktivasi kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara tidak hanya membuka akses penerbangan dari dan menuju Kota Bandung….

editor 27 Agu 2026

Pemkot Bandung Akan Verifikasi Ulang 200 Warga Yang Keluar Dari Daftar Penerima Bantuan

BANDUNG INSPIRA – Sekitar 200 warga di Kota Bandung yang sebelumnya menerima bantuan pangan kini tidak lagi masuk…

editor 27 Agu 2026