BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan pembongkaran kios pedagang di Terminal Cicaheum sejak Senin (24/8/2026). Pemkot memastikan kompensasi diberikan sesuai ketentuan dan menyiapkan solusi pembiayaan bagi pedagang terdampak.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya memiliki komitmen kuat agar kompensasi diterima pedagang sesuai aturan yang berlaku.
“Terminal Cicaheum mulai dibongkar. Memang kita punya concern yang sangat kuat memastikan, kompensasi sudah bisa diterima sesuai dengan normatifnya,” kata Farhan,Rabu (26/08/2026).
Selain kompensasi, Pemkot menghitung langkah agar pedagang tetap bisa berusaha setelah penertiban. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas usaha mikro agar masuk kategori bankable
“Kita cari sekarang adalah adanya peningkatan kemampuan dari para pengusaha ini, supaya para pengusaha mikro ini bisa masuk dalam kategori bankable,” ujarnya.
Pemkot telah bekerja sama dengan Bank BJB untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Rencananya kerja sama juga akan diperluas ke BRI.
“Kami sudah bekerja sama dengan BJB untuk menyalurkan KUR, kami juga nanti berencana bekerja sama dengan BRI untuk menyalurkan KUR. Tujuannya adalah untuk menaikkan kelas,” kata Farhan.
Terkait permintaan relokasi, Farhan menyebut Pemkot tidak bisa menyediakannya karena terbentur Perda.
“Untuk permintaan agar ada relokasi, buat kami sebetulnya kesulitannya adalah di Perda itu jelas dikatakan bahwa kami tidak menyediakan relokasi,” ujarnya.
Meski begitu, Pemkot memperbolehkan PKL berjualan dengan konsep non-permanen “datang bersih, pulang bersih”. Konsep ini sudah diterapkan di Jalan Lengkong Kecil dan Jalan Cikurai.
“PKL tetap boleh dagang, tapi tidak boleh ada yang permanen. Datang bersih, pulang bersih. Ini komitmen yang mesti kita jaga bersama-sama,” katanya.
Pembangunan depo BRT di Cicaheum langsung dilakukan setelah pembongkaran. Pemkot juga akan memperbaiki jalan dan trotoar di sepanjang koridor BRT.
“Langsung dilaksanakan, lagi jalan. Salah satu hal juga yang sekarang sedang akan segera dilaksanakan itu kan perbaikan jalan dan trotoar yang sepanjang on corridornya BRT,” ucap Farhan.
Ia menyebut ruas Jalan Asia Afrika, Ahmad Yani, dan Otista belum diperbaiki karena masuk pekerjaan BRT. Pembiayaan ditargetkan tahun ini seiring kewajiban pembayaran PSO untuk operasional BRT.
“Kita enggak perbaiki dulu, karena itu akan masuk nanti semua BRT ke sana. Dan harus tahun ini pembiayaannya, kalau enggak mereka enggak bisa nagih ke kita. Karena kita mesti bayar PSO nih, gede lagi PSO nya,” pungkasnya. (Bambang/Berita Inspira)
