Lifestyle

Diabetesi Wajib Tahu, Kerupuk Ternyata Bisa Tingkatkan Gula Darah Meski Tidak Manis, Kok Bisa?

Oleh editor 2 Agustus 2026 4 menit baca

BANDUNG INSPIRA – Kerupuk adalah  camilan yang wajib hadir di meja makan untuk melengkapi berbagai hidangan menjadi lebih nikmat. Sensasi renyah dan gurih dari kerupuk juga membuat ketagihan, bahkan memengaruhi nafsu makan.

Teksturnya yang garing dan rasanya yang gurih memang memberikan sensasi tersendiri. Namun, di balik kenikmatannya, banyak orang mulai bertanya-tanya mengenai dampak kesehatannya, terutama terkait kalori kerupuk putih kecil yang sering dianggap sepele karena ukurannya.

Meskipun rasanya lezat, konsumsi kerupuk juga harus diperhatikan dengan bijak. Kerupuk sering kali tidak dianggap menjadi ancaman karena bentuknya yang kecil, padahal mengandung kalori yang tinggi.

Rasanya yang gurih mungkin dianggap bukan ancaman yang berbahaya terhadap peningkatan gula darah. Padahal, konsumsi kerupuk berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah.

Kandungan yang ada pada kerupuk

Kerupuk menjadi camilan yang dinilai ampuh untuk menambah nafsu makan hingga menambah asupan lemak. Namun, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja kandungan yang terdapat pada kerupuk agar konsumsinya tidak berlebihan.

Pada dasarnya kerupuk yang terdiri dari banyak ragam bisa memiliki kandungan yang berbeda, yang akan menjadi perhatian utama adalah kerupuk putih yang paling banyak ditemui di masyarakat.

Kerupuk putih terbuat dari tepung tapioka sebagai bahan dasar utama. Mengutip dari Natural Farm Indonesia, kerupuk putih memiliki estimasi komposisi lemak sebesar 2.11 gram, protein 0.83 gram, karbohidrat 10.4 gram, ntrium 57 miligram, dan kalium 9 gram. 

Komposisi tersebut memperlihatkan kandungan kalori pada kerupuk, khususnya kerupuk putih atau kerupuk kaleng cukup besar. Kandungan lemak pada kerupuk juga akan bertambah setelah melalui proses penggorengan.

Kalori kerupuk putih

Menurut laman Fat Secret Indonesia, diketahui bahwa kalori kerupuk putih adalah 65 kkal per kepingnya.

Sebanyak 30% dari kalori tersebut berasal dari lemak, 60% dari karbohidrat, dan 5% dari protein.

Bila dirinci, berikut ini kandungan gizi dalam kerupuk putih per kepingnya:

  • Lemak 2,11gr.
  • Karbohidrat 10,4gr.
  • Protein 0,83gr.

Kandungan lemak dalam kerupuk putih per kepingnya terdiri dari lemak jenuh sebanyak 0,158gr, lemak tak jenuh ganda 0,628gr, dan lemak tak jenuh tunggal 1,225gr.

Bila melihat rincian kalori kerupuk putih dan kandungan gizinya, dapat diketahui bahwa kerupuk ini sangat minim gizi.

Makanan tinggi kalori memicu gula darah naik

Kerupuk memang tidak mengandung gula yang tinggi seperti makanan manis, sehingga sering kali dinilai lebih aman dan tidak memicu kenaikan gula darah. Padahal, kandungan kalori pada kerupuk juga dapat meningkatkan gula darah.

Kandungan kerupuk yang terdiri dari tepung tapioka, minyak, hingga kandungan serat yang minim dapat menjadi penyebab meningkatnya gula darah.

Karbohidrat pada kerupuk dapat berubah dengan cepat menjadi gula darah. Jika tidak digunakan sebagai energi, zat ini akan disimpan oleh tubuh menjadi lemak yang jika terus bertambah akan memicu kenaikan berat badan hingga obesitas.

Kandungan natrium pada kerupuk putih juga cukup tinggi, jika dikonsumsi berlebih dapat berisiko menyebabkan retensi cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Hal ini akan memicu hipertensi atau darah tinggi jika tidak dibatasi konsumsinya.

Penderita diabetes sebaiknya menghindari konsumsi kerupuk

Rasanya yang gurih tidak menjadikan kerupuk sebagai makanan yang aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Kerupuk memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah jika konsumsinya berlebihan.

Kerupuk juga tidak mengandung nutrisi yang menyehatkan dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi penderita diabetes. Apakah harus berhenti mengonsumsi kerupuk?

Salah satu alternatif bagi penderita diabetes yang ingin mengonsumsi kerupuk adalah dengan memerhatikan komposisi kerupuk yang minim karbohidrat dan gula. Kerupuk yang minim karbohidrat dan gula biasanya pembuatannya dipanggang atau yang bahan dasarnya berasal dari bahan nabati.

Tips sehat menikmati kerupuk

Bagi kamu pecinta kerupuk, kamu tetap bisa menikmatinya dengan cara yang lebih sehat dan terkontrol. Berikut adalah beberapa tipsnya:

  • Batasi Porsi: Cukup makan 1-2 keping kecil sebagai pelengkap rasa, bukan sebagai camilan utama.
  • Pilih Metode Masak Lain: Sekarang sudah banyak tersedia kerupuk yang dimasak dengan pasir (kerupuk sangrai) atau menggunakan air fryer untuk mengurangi asupan minyak.
  • Cari Alternatif Lebih Sehat: Ganti kerupuk putih dengan kerupuk yang mengandung lebih banyak protein, seperti kerupuk ikan asli atau kerupuk kedelai yang diolah secara sehat.
  • Imbangi dengan Serat: Jika kamu makan kerupuk, pastikan porsi sayuran dalam piringmu lebih banyak untuk membantu menghambat penyerapan lemak dan gula.

Demikian penjelasan mengenai kerupuk berisiko tingkatkan gula darah meski tidak manis.  

Jadi, konsumsinya harus dibatasi agar tidak memicu kenaikan gula darah dan tetap mendapat asupan nutrisi yang lebih penting dibanding mengonsumsi kerupuk dalam jumlah berlebih. (Seruni/Berita Inspira)**

7 Rekomendasi Martabak Enak di Bandung, Bikin Auto Ngiler!

BANDUNG INSPIRA – Di Indonesia, martabak adalah camilan malam yang sangat disukai dan dapat dijumpai di berbagai tempat,…

editor 2 Agu 2026

Padahal Rasanya Pahit, Ini 6 Fakta tentang Kecanduan Kopi, Penikmatnya Harus Tahu!

BANDUNG INSPIRA – Kopi adalah minuman yang lebih dari sekedar pelepas dahaga. Kopi memberikan kebaikan, kebahagiaan bahkan energi…

editor 2 Agu 2026

7 Drama Korea Romantis Komedi Rating Tinggi di Netflix, Cocok Ditonton saat Akhir Pekan

BANDUNG INSPIRA – Drama Korea bergenre romantis komedi (rom-com) masih menjadi salah satu tontonan favorit pecinta K-Drama. Perpaduan…

editor 1 Agu 2026