BANDUNG INSPIRA – Pemerintah Kota Bandung memastikan hak pendidikan 945 siswa SDN 026 Bojong Loa menjadi prioritas utama, meskipun Pemkot telah dinyatakan kalah dalam sengketa lahan dengan ahli waris keluarga Hamim melalui putusan pengadilan. Walikota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, kepentingan pendidikan anak jauh lebih tinggi dibandingkan ketentuan legal formal.
“Hak anak-anak mendapatkan pendidikan harus di atas semua ketentuan legal formal. Legal formal memang Pemerintah Kota sudah dinyatakan kalah atas hak tanah ini oleh pengadilan dan kita akan hormati itu. Namun bagaimanapun juga memindahkan 900 siswa langsung ke tempat baru tidak semudah itu,” ujar Walikota saat bertemu orang tua siswa,Jumat (07/08/2026).
Pemkot telah menyiapkan lahan pengganti di Cibaduyut Bandung Kidul RW 02 untuk pembangunan SDN 026 Bojongloa. Namun prosesnya terkendala penolakan warga sekitar.
Walikota menyatakan akan pasang badan bersama Kepala Dinas Pendidikan untuk berdialog dengan warga. “Tidak manusiawi apabila ada orang yang mengusir dan menolak anak-anak yang mau sekolah. Ini demi kemanusiaan dan demi memenuhi UUD 1945 bahwa semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan,” tegasnya.
Walikota juga meminta ahli waris keluarga Hamim memberikan tenggang waktu dan meminta warga Cibaduyut Kidul membuka hati untuk menerima pembangunan sekolah. Sambil menunggu proses pembangunan di lahan baru, siswa SDN 026 Bojongloa akan dipindahkan secara bertahap ke SDN 148. Target waktu 2 sampai 3 minggu ke depan.
“Kita akan mulai secara perlahan, secara gradual, bertahap memindahkan kelas anak-anak di SDN 026 Bojongloa ini ke SDN 148 Bandung untuk sementara. Kita butuh waktu sekitar 2 sampai 3 minggu,” jelasnya.
SDN 148 telah diperintahkan untuk menerima siswa dan tidak boleh ada penolakan. Dalam 2 minggu ke depan akan dilakukan persiapan dan sosialisasi kepada orang tua dan murid agar proses berjalan sistematis dan tidak menimbulkan kepanikan.
Untuk mencegah terulangnya pengembokan sekolah, Walikota memerintahkan Camat Bandung Kidul bersama Forkopimcam melakukan patroli 24 jam di depan SDN 026 Bojongloa.
“Kalau ada upaya pengembokan lagi telepon saya langsung. Telepon saya nyala 24 jam. Kita akan pastikan tidak boleh ada sekolah yang digembok,” ujarnya.
Terkait aset Pemkot lainnya, Walikota menyebut saat ini ada 135 aset bermasalah yang sedang diselesaikan bersama BPK. Namun fokus saat ini tetap pada penyelesaian untuk kepentingan anak sekolah.
“Tong mamawa kasus aset heula ka dieu mah budak sakola. Ayeuna mah urang fokus budak sakola weh heula,” katanya.
Walikota juga menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua dan meminta semua pihak bersabar karena pemindahan tidak bisa dilakukan sekaligus mengingat jumlah siswa dan guru yang besar. “Kita selesaikan satu per satu ya. Muhun ya, Bu ya. Bismillah ya,” pungkas Farhan. (Bambang/Berita Inspira)**
