BANDUNG INSPIRA– Wali Kota Bandung Muhammad Farhan tengah mendalami kasus penebangan pohon di kawasan Dago dan Sawunggaling. Kasus penebangan pohon tersebut baru diketahui saat Walikota melakukan Peninjauan langsung dilokasi pada Minggu (10/8/2026) dini hari.
“Saya tuh baru lihat benerannya kan kemarin subuh tuh. Hari Minggu subuh. Nah, kita akan selidiki lebih dalam itu, Dago. Terutama, enggak cuma di Dago, tapi juga di Sawunggaling,” ujar Wali Kota.
Berdasarkan data awal, ada 3 pohon yang ditebang di Dago. Jenisnya diduga pohon mahoni atau pinus. Area tersebut saat ini sudah disegel oleh pihak Pemkot kota Bandung.
“Yang Dago berapa? Tiga, kalau enggak salah. Mahoni juga kok. Eh, mahoni apa pinus, gitu. Tiga itu area yang disegel, Pak,” katanya.
Wali Kota menduga penebangan ini ada kaitannya dengan kepentingan bisnis dan komersialisasi, terutama pembangunan di sekitar Dago.
“Kalau saya sih melihatnya ada indikasi. Nah, indikasi ini kan mesti menjadi sebuah BAP, berita acara pemeriksaan. Dan ini yang sedang kita upayakan semuanya. Karena ini bukan masalah sanksi. Sanksinya mah ringan, tapi penyelesaiannya yang mesti tuntas,” tegasnya.
Sebagai pembanding, Pemkot mencontohkan kasus serupa di Jalan Riau. Di sana sudah terbukti ada keterkaitan antara pemotongan pohon dengan pemasangan videotron.
“Kalau memang kayak di Riau dan terbukti ada keterkaitan khusus antara pemotongan pohon dengan usaha yang sedang di bangun di sekitarnya , maka pemkot akan mengambil tindakan tegas dengan menyegel tempat tersebut” jelasnya.
Untuk mengusut tuntas kasus penebangan pohon di beberapa ruas jalan kota Bandung, Inspektorat Kota Bandung telah memeriksa sejumlah pejabat. Mulai dari kepala dinas, lurah, camat, hingga Wali Kota.
“Inspektorat baru ada keputusan Senin. Belum ada update. Diperiksa, para kepala dinas diperiksa. Lurah, camat setempat, sampai wali kota aja akan diperiksa. Saya juga akan diperiksa” ujarnya.
Meski fokus mengusut kasus penebangan di jalan Dago dan Sawunggaling, Wali Kota juga memastikan penegakan Perda di wilayah lain seperti kasus penebangan di jalan Riau,Cijerah tetap akan berjalan.
“Hari ini saya mau fokus ke Cijerah dulu, karena Cijerah juga belum ada solusi. Saya akan langsung ke Cijerah sekarang, jam 1. Setelah itu kita akan pastikan bahwa seluruh penegakan yustisi Perda ini tuntas selesai,” tandasnya.(Bambang/Berita Inspira)
