BANDUNG INSPIRA– Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk mencintai alam dan lingkungan. Ia juga mendorong Pramuka mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan era digital.
Ajakan itu disampaikan Farhan saat memimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tingkat Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Senin (30/8/2026).
Farhan menilai peringatan Hari Pramuka ke-65 harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa bertumpu pada generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa patriotisme.
“Mari kita jadikan momentum Hari Pramuka ke-65 ini sebagai pengingat bagi kita semua, bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa patriot. Saya yakin Gerakan Pramuka akan terus mampu melahirkan sosok-sosok dengan karakter tersebut,” ujarnya.
Menurut Farhan, nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Ia berpesan agar anggota Pramuka menjadi pribadi yang bertakwa, cinta alam, peduli dan berkasih sayang kepada sesama. Selain itu, semangat patriotisme, kesopanan, keberanian, serta komitmen menepati janji juga harus dijaga.
“Jadikanlah Dasa Dharma Pramuka sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di tengah masyarakat. Jadilah pribadi yang bertakwa, cinta alam, dan penuh kasih sayang kepada sesama manusia,” pesannya.
Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Bandung, Farhan menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pelatih atas dedikasi dalam membina generasi muda.
Ia mengajak seluruh peserta apel memberikan Tepuk Pramuka sebagai bentuk penghormatan.
“Izinkan saya, secara pribadi sebagai Wali Kota Bandung sekaligus Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Bandung, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pembina dan pelatih Pramuka yang telah dengan tulus menunjukkan dedikasi dan pengabdian luar biasa,” ungkapnya.
Apel tersebut sekaligus menjadi momentum penutupan Bandung Utama Scout Festival 2026. Farhan menegaskan festival ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana membangun kebersamaan, membentuk karakter, dan menumbuhkan keterbukaan.
“Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Bandung Utama Scout Festival 2026, saya tekankan: kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan upaya nyata membangun kebersamaan, membentuk karakter, dan menumbuhkan keterbukaan dalam suasana yang menggembirakan,” ucapnya.
Di akhir kegiatan, Farhan secara resmi menutup Scout Festival 2026. Ia mengamanatkan kepada Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bandung agar festival tersebut kembali digelar pada 2027.
“Maka dengan ini, Bandung Utama Scout Festival 2026 secara resmi saya tutup. Saya berikan amanat kepada Ketua Kwarcab Kota Bandung untuk memastikan Bandung Utama Scout Festival terselenggara kembali pada tahun 2027,” tandasnya.(Bambang/Berita Inspira)
