Upacara Adat Ngalaksa, Wujud Rasa Syukur Masyarakat Sumedang Atas Hasil Panen yang Berlimpah

SUMEDANG INSPIRA – Upacara Adat Ngalaksa kembali digelar. Kegiatan yang sempat vakum selama 2 tahun ini diselenggarakan di Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, mulai 22 hingga 27 Agustus 2022.

Upacara Adat Ngalaksa ditujukan sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah. Upacara ini dilaksanakan secara bergiliran oleh lima Rurukan yaitu Rurukan Rancakalong, Rurukan Nagarawangi, Rurukan Pamekaran, Rurukan Pasir Biru, dan Rurukan Cibunar. Untuk tahun ini, giliran Rurukan Pasir Biru yang menyelenggarakannya.

Rangkaian kegiatan Upacara Adat Ngalaksa terdiri dari beberapa tahapan. Pertama para sesepuh desa selalu dilibatkan dalam penentuan tanggal pelaksanaan. Setelah itu dilakukan kegiatan ngahayu dan nganunuk bahan untuk menginformasikan kepada warga serta pembagian tugas jelang bergulirnya acara.

Pada hari pelaksanaan, tokoh adat dan tamu undangan disambut dengan iringan musik Tarawangsa. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana menghidupkan kesenian daerah sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

“Ini upaya kita agar budaya nenek moyang tidak punah dan terus berkembang sehingga anak cucu kita mengetahui adanya budaya Ngalaksa ini,” ucapnya.

Setelah prosesi pembukaan, di hari -hari berikutnya dilakukan serangkaian kegiatan upacara yaitu Meuseul Bakal (penumbukan padi), Ngibakan (proses mencuci beras), Nginebkeun (penyimpanan beras ke pangineban dan penyiraman dengan air daun combrang), Mesel Beas/ Nipung (proses membuat tepung beras), Membuat Adonan, dan Membuat Orok-orokan (membungkus adonan dengan daun congkok dan kemudian digodog).

Karena sejumlah keunikannya, Upacara Adat Ngalaksa masuk ke Calendar of Events Kabupaten Sumedang. Tradisi ini dinilai bisa mendongkrak kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kegiatan Ngalaksa ini masuk Calendar of Events di Sumedang. Artinya promosi harus masif agar Rancakalong menjadi kunjungan wisata,” kata Bupati Sumedang.

“Libatkan semua stakeholders dan semua pihak untuk melestarikan budaya Ngalaksa. Crosscuting dan Pentahelix harus ada. Artinya bagaimana memadukan program kegiatan dari berbagai dinas,” tambahnya.

Dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat siap untuk selalu memberikan dukungan. Disparbud Jabar akan terus berkolaborasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan, komunitas, masyarakat, serta para akademisi. (EN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.