Berita

UGM Nonaktifkan Dokter PPDS Elda Putri 3 Bulan Imbas Komentar ke Pasien BPJS

Oleh inspiratv 8 Agustus 2026 3 menit baca

BANDUNG INSPIRA – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menonaktifkan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Elda Putri Rahardini selama tiga bulan.

Penonaktifan tersebut dilakukan menyusul polemik komentar Elda di media sosial Threads terhadap pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan.

Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana mengatakan keputusan penonaktifan disampaikan oleh Wakil Dekan FK-KMK UGM. Selama masa tersebut, Elda akan menjalani proses pemeriksaan terkait persoalan yang mencuat.

“Keterangan dari Wakil Dekan FK-KMK, yang bersangkutan (Elda) dinonaktifkan selama tiga bulan untuk menjalani proses dengan semestinya,” kata Made Andi Arsana saat dihubungi, Jumat (7/8/2026) malam.

Made Andi belum menjelaskan secara rinci proses pemeriksaan yang akan dijalani Elda. Menurutnya, pihak kampus masih menunggu hasil proses tersebut.

“Kita akan lihat hasil prosesnya,” ujarnya.

Elda juga dihentikan dari praktik klinis

Sebelum keputusan penonaktifan dari program PPDS, Elda juga telah dihentikan sementara dari kegiatan klinis di RSUP Dr. Sardjito.

Rumah sakit tidak lagi mengizinkan Elda menjalankan stase atau praktik klinis selama proses pemeriksaan berlangsung.

Langkah tersebut diambil setelah polemik komentar terhadap Yurizal mendapat perhatian luas di media sosial.

Berawal dari unggahan pasien di Threads

Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan melalui akun Threads miliknya pada 22 Juli 2026.

Dalam unggahan tersebut, Yurizal menceritakan pengalamannya setelah menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruangan perawatan. Ia tidak menyebutkan nama rumah sakit tempat dirinya menjalani perawatan dan mengatakan bahwa dirinya menggunakan BPJS Kesehatan.

Unggahan tersebut kemudian mendapat berbagai respons dari pengguna media sosial. Sebagian komentar dinilai bernada sinis, menghakimi, hingga dianggap tidak menunjukkan empati terhadap kondisi pasien.

Sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan juga ikut memberikan komentar dalam unggahan tersebut.

Salah satunya adalah akun @erudarahaadini yang dikaitkan dengan Elda Putri Rahardini. Elda kemudian mengakui komentarnya tidak pantas dan menyampaikan permintaan maaf.

Kasus tersebut kembali menjadi perhatian setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026).

KKI investigasi dugaan pelanggaran etik

Polemik komentar sejumlah tenaga kesehatan terhadap Yurizal kini tidak hanya ditangani oleh institusi tempat para tenaga kesehatan tersebut bekerja.

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) juga melakukan investigasi untuk menelusuri dugaan pelanggaran etik dalam kasus tersebut.

Setidaknya 10 tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, telah teridentifikasi dalam proses pemeriksaan. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring berjalannya investigasi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya turut menyayangkan munculnya komentar dari tenaga medis dan tenaga kesehatan yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien maupun keluarganya.

Kemenkes mengingatkan tenaga kesehatan agar tetap menjaga etika dan profesionalisme, termasuk ketika beraktivitas di media sosial.

Sementara itu, proses pemeriksaan terhadap Elda di lingkungan FK-KMK UGM masih berlangsung. Keputusan akhir terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan akan menunggu hasil proses pemeriksaan tersebut.(Rakha/Berita Inspira)**

Tanam Ganja di Halaman Rumah, Polisi Tangkap Oknum PPPK Kementrian PU di Cinunuk

BANDUNG INSPIRA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Bandung membongkar praktik budidaya ganja di sebuah rumah di kawasan…

editor 18 Sep 2026

BNI Perkuat Peran Sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

BANDUNG INSPIRA– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung penyelenggaraan Jatinangor Music Fest yang digelar Ikatan…

editor 18 Sep 2026

Farhan Dorong PMI Kota Bandung Perkuat Peran dalam Penanganan Kesehatan Mental

BANDUNG INSPIRA-Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung memperkuat peran dalam penanganan kesehatan…

editor 18 Sep 2026