BANDUNG INSPIRA – Proses relokasi murid SDN 026 Bojongloa ke SDN 148 Cibaduyut dipastikan berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti, bahkan para siswa tetap semangat dan nyaman mengikuti pembelajaran meski harus “numpang” di sekolah lain.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lokasi, para siswa SDN 026 Bojongloa tampak mengikuti pelajaran seperti biasa. Mereka menyimak materi yang disampaikan guru di ruang kelas SDN 148 Cibaduyut dengan serius.
Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari mengatakan, siswa tetap enjoy mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 148 Cibaduyut. Satu-satunya kendala hanya kemacetan saat berangkat sekolah.
“Enjoy saja, enggak apa-apa. Cuma memang agak macet karena jumlah murid kita juga lebih banyak dari mereka, ya macet mah wajar lah. Tapi kita sudah mohon bantuan kepada penjaga sekolah di sini termasuk dengan kelurahan, kecamatan,” ujar Agus, Selasa 8 September 2026.
Sebelum relokasi resmi, pihaknya sudah melakukan simulasi selama tiga pekan. Awalnya 6 kelas dicoba terlebih dahulu, lalu minggu berikutnya seluruh kelas pindah. Total jumlah siswa yang direlokasi ada 945 orang.
“Kita sudah mencoba 6 kelas dulu. Nah, kemudian minggu depannya semua kelas masuk di sini, termasuk hari ini,” katanya.
Agus memastikan tidak ada keluhan dari orang tua murid. Kekhawatiran awal tidak terbukti. Justru siswa dan orang tua merasa nyaman saat berada di SDN 148 Cibaduyut.
“Termasuk dari Pak Nana juga sudah menjamin segala macam, ternyata ketika anak-anak datang ke sini dan orang tua juga nyaman saat nunggu,” ucap Agus.
Senada, Kepala SDN 148 Cibaduyut Nana Suryana mengatakan sarana dan prasarana di sekolahnya sudah disiapkan dengan baik untuk menyambut siswa relokasi.
“Kayaknya enjoy-enjoy saja. Anak-anak senang, orang tua juga nunggu di sini kayaknya senang, enggak ada masalah, dan kita belajar pun tidak ada terkendala,” kata Nana.
Terkait kemacetan, Nana menilai itu hal lumrah yang hanya terjadi saat jam masuk dan pulang sekolah. “Itu mah hal lumrah kayaknya. Paling beberapa menit lah, enggak ada masalah. Tidak ada keluhan juga, yang ada itu hanya kesenangan dan kenyamanan,” ucapnya.
Sementara gedung SDN 026 Bojongloa saat ini sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar. Gedung tersebut hanya dipakai untuk kegiatan khusus.
Untuk pengamanan aset, pihak sekolah menugaskan 1 penjaga sekolah dan operator. “Kalau aset mah ada, karena di sana juga ada penjaga sekolah 1 orang sama operator sekolah. Takut ada apa-apa, kalau pagi saya ngantor di sana, kalau siang saya ngantor di sini,” ujar Agus.(Bambang/Berita Inspira)
