Puncak Arus Mudik Diprediksi 28-30 April, Arus Balik 8-9 Mei 2022

JAKARTA INSPIRA,- Kementerian Perhubungan memprediksi, puncak arus mudik Lebaran 2022 terjadi pada H-4 sampai H-2 atau pada tanggal 28 sampai 30 April 2022.

Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+6 sampai H+7 atau tanggal 8 sampai 9 Mei 2022.

“Kami sudah mengidentifikasi tanggal-tanggal puncak itu, 28, 29, 30 dan arus balik 8 dan 9,” kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati.

Karena itu, para pemudik diimbau agar melakukan perjalanan mudik lebih awal.

“Hindarilah tanggal-tanggal itu. Cari waktu yang mungkin lebih leluasa untuk melakukan perjalanan,” sambungnya.

Kemenhub juga memperkirakan, pada mudik Lebaran 2022 ini akan ada sekitar 85 juta orang.

Untuk tujuan mudik terbanyak diprediksi tujuan Jawa Tengah dengan mencapai 21,3 juta orang atau 26,8 persen dari berbagai provinsi, terutama Jawa Timur dan Jabodetabek.

Selanjutnya tujuan Jawa Timur dan Jawa Barat.

Di sisi lain, mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi juga diprediksi cukup mendominasi ketimbang transportasi massal.

Prediksinya, mobil pribadi sekitar 22,9 juta orang dan sepeda motor 16,9 juta orang.

Semetara mudik dengan menggunakan bus diprediksi 14,1 juta orang, pesawat 8,9 juta orang dan kereta api 7,6 juta orang.

Untuk pemudik yang menggunakan mobil travel diprediksi mencapai 4,5 juta orang dan kapal laut sebanyak 1,4 juta orang.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem ganjil genap dan one way atau satu arah di tol jalur mudik 2022.

Meski demikian, potensi kepadatan diperkirakan masih akan tetap terjadi.

Rekayasa lalu lintas di ruas-ruas tol-tol jalur mudik tersebut akan resmi dimulai pada 28-30 April 2022.

Sedangkan rekayasa yang sama juga akan dilakukan pada puncak arus balik 2022 pada 8 dan 9 Mei 2022.

“Nantinya pihak Korlantas akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat apabila dilakukan pemberlakuan rekayasa lalu lintas lebih awal,” kata Adita.

Akan tetapi, rekayasa arus balik mudik Lebaran 2022 di jalan tol akan dilakukan pada ruas yang sedikit berbeda.

Sementara itu, untuk rekayasa lalulintas di jalan non tol akan dilakukan oleh kepolisian daerah dan bersifat situasional.

Untuk mendukung hal ini, kepolisian menggelar Operasi Ketupat 2022 yang melibatkan personel gabungan, Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, PMI, dan organisasi sosial kemasyarakatan. (gin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.