BANDUNG INSPIRA – Tidak semua video kejahatan jalanan yang viral di media sosial benar adanya. Polrestabes Bandung meluruskan dua kasus yang sempat membuat warga resah.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, pihaknya rutin melakukan patroli siber untuk memantau laporan masyarakat. Namun hasil pendalaman menunjukkan tidak semua laporan itu kasus kejahatan jalanan.
“Di mana masyarakat melaporkan tentang kejahatan jalanan, tidak semuanya mengandung nilai kebenaran,” ujar Dedi di Mapolrestabes Bandung, Selasa 21 Juli 2026.
Salah satu video yang viral memperlihatkan seorang remaja mengaku jadi korban begal. Setelah diselidiki, ternyata remaja tersebut mengalami kecelakaan tunggal.
“Anak ini takut karena motornya rusak oleh orang tuanya, jadi mengaku begal,” jelas Dedi.
Akibat pengakuan itu, narasi “Bandung mencekam” terlanjur menyebar di media sosial.
Kasus kedua adalah penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia di Jalan Cibangkong Lor, Minggu 19 Juli 2026 malam.
Awalnya peristiwa itu diviralkan sebagai aksi kejahatan jalanan. Namun setelah didalami, motifnya adalah utang piutang.
Korban berinisial LA tewas ditusuk pisau oleh pelaku berinisial AN.
“Itu murni karena masalah utang. Saat itu kakak saya datang ke rumah pelaku untuk menagih utang. Awalnya mau disuguhi minuman, tapi tiba-tiba pelaku bawa pisau dan menusuk kakak saya, dan meninggal dunia di tempat,” kata adik korban di Mapolrestabes.
Dedi menegaskan, dari hasil pendalaman, isu “Bandung mencekam” karena maraknya begal tidak benar.
“Apa yang terjadi di masyarakat yang merupakan ‘Bandung mencekam’ dan lain sebagainya ini seluruhnya tidak benar,” pungkasnya.(Bambang/Berita Inspira)**
