HEADLINE NEWSNASIONAL

Pertengahan April Ribuan Mahasiswa Siap Demo Besar-Besaran ke Presiden Jokowi

Mahasiswa dari sejumlah elemen mahasiswa se-Jabodetabek berunjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019). Ribuan mahasiswa yang berasal dari sejumlah elemen mahasiswa se-Jabodetabek turun ke jalan berdemonstrasi menolak UU KPK dan pengesahan RUU KUHP. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

JAKARTA INSPIRA,- Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) akan melakukan aksi besar-besaran untuk menolak penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode pada pertengahan bulan April ini.

Perwakilan AMI sekaligus Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Bayu Satria Utomo, mengklaim unjuk rasa akan diikuti massa dengan jumlah besar, bahkan akan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai daerah yang menyatakan, mereka sudah siap bergerak.

“Tentu akan lebih besar dari kemarin, mahasiswa di tiap daerah juga sudah siap untuk bergerak dan kita di Jakarta akan menjadi muara dari pergerakan yang berlangsung di setiap daerah,” kata Bayu, Rabu (6/4/2022).

“Untuk tanggal belum ditentukan tapi di pertengahan April,” imbuhnya.

AMI kekeh mengusung persoalan penolakan perpanjangan masa jabatan presiden meskipun pihak Istana telah membantah rencana itu. Menurutnya wacana Jokowi tiga periode akan mencederai dan melanggar konstitusi.

AMI juga akan tetap menyuarakan masalah kenaikan harga kebutuhan masyarakat yang melonjak.

“Tentu ini menjadi satu isu yang tetap akan kami gaungkan untuk kita tolak karena isu ini akan mencederai demokrasi,” ujar Bayu.

Bayu mengatakan saat ini, banyak kelompok mahasiswa di daerah yang sedang melakukan konsolidasi, setelah itu aka nada konsolidasi nasional.

Diperkirakan jumlah massa aksi mencapai ribuan mahasiswa. “Kita estimasi tentu ribuan mahasiswa akan turun ke jalan,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak Istana melalui Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo maldini, mempersilahkan kepada AMI untuk menggelar aksi besar-besaran menolak perpanjangan masa jabatan presiden Joko Widodo menjadi tiga periode.

Menurutnya, aksi unjuk rasa sebesar apapun tidak dilarang di negara demokrasi.

“Mau aksi sebesar apapun, silakan saja, tidak mungkin dilarang-dilarang, ini negara demokrasi,” kata Faldo melalui keterangan tertulis, Selasa (5/4/2022) kemarin.

Menurut Faldo, isu perpanjangan masa jabatan Jokowi tak perlu lagi dikembangkan.

“Ini kan asalnya aspirasi dari parpol dan kelompok masyarakat, ya silakan berpendapat,” ujarnya. (MSN)

About Us

Inspira Media adalah Media Holding yang bergerak di bidang content creator, content management, serta distribusi informasi dan hiburan melalui berbagai platform.